MPM An-Nahl Beri Ruang Memahami Politik dan Demokrasi

Ket. Foto: Tiga narasumber, Kiri ke kanan – Akhi Yusri, Ust. Hartono M. Yasin Anda dan Dr. Amiruddin Dg. Malewa, S.Pt, M.Si (Foto: Rijal R/MT)

Bekerja sama dengan Mahasiswa Strategi Pengembangan Kepemimpinan Dan Kemasyarakatan (SPKK) angkatan 1 Fapetkan, Mahasiswa Pecinta Musholah (MPM) An-Nahl Fakultas Peternakan dan Perikanan (FAPETKAN) Universitas Tadulako (Untad) mengadakan Kajian Urgensi Pemimpin Islam Milenial (KUPIM)  pada Sabtu, (02/03) di ruang senat Fapetkan Untad dengan mengankat tema, “Hubungan  Islam Dan Politik”.

Dalam sambutannya pada pembukaan acara Kajian di ruang Senat Gedung Dekanat Fapetkan, Prof Ir Asriani Hasanuddin MS selaku Wakil Dekan Bidang Akademik sangat mengapresiasi Inisiatif yang dilakukan oleh MPM An-Nahl, dalam memberikan ruang untuk lebih memahamkan kepada mahasiswa Fapetkan bahkan masyarakat luas kampus, seperti kita ketahui bahwa isu yang berkembang saat ini adalah Politik demokrasi.

“Dalam menanggapi isu-isu saat ini cukuplah mengikuti kepemimpinan dari Rasulullah Muhammad SAW. Bagaimana kita perlu ketahui hubungan Islam dan politik yang memang harus sepaket. Tidak bisa dipisahkan, maka perlu dikaji untuk lebih memahaminya sehingga bisa lebih baik dalam berpolitik,” terang Prof Asriani.

Wakil Sekretaris Umum, Rahmat mengatakan bahwa kegiatan yang bekerja sama dengan Mahasiwa SPKK angkatan 1 Fapetkan ini manjadi kegiatan bulanan sebagai langkah untuk mengkaji isu-isu yang berkembang, dimana saat ini isu mengenai politik. Lanjutnya, ia mengatakan bahwa saat ini yang sangat penting bagi mahasiswa adalah pemahaman mengenai hubungan Islam dengan politik.

“Ini merupakan kajian bulanan dari MPM An-Nahl dalam mengkaji isu-isu yang berkembang untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa Fapetkan sebab saat ini mahasiswa sangat membutuhkan pemahaman dan pengetahuan serta kajian bagaimana mengaitkan Islam dalam berpolitik,” tutur Rahmat.

Pada kajian tersebut mekanisme dilakukan dalam bentuk Sharing Season, dengan menghadirkan tiga narasumber diantaranya Ustaz Hartono M Yasin Anda (Ketua Forum Umat  Islam Sulawesi Tengah), Dr Amiruddin Dg Malewa SPt MSi (Dosen Fapetkan) dan mahasiswa, Yusri (Ketua Gema Komsat Untad)

Dalam penyampaian berkaitan tema yang di angkat Ust. Hartono  memberikan sedikit gambaran pemahaman tentang bagaimana Islam itu memandang politik, politik dalam islam mamang tidak dapat dipisahkan karena islam harus mencangkup semuanya.

“Islam harus mencangkup semua termasuk politik maka tinggal bagaimana berpolitik dengan baik sesuai apa yang di contohkan oleh Rasulullah, karena politik itu bisa baik dan bisa juga buruk tergantung cara kita menaggapi politik itu,” jelas Ustadz. RR