3 Delegasi Debat Fahum Siap Melaju Ke Tingkat Nasional

Rabu (20/03) – 3 Delegasi Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Fahum Untad), berhasil meraih juara pertama dalam lomba debat konstitusi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI tingkat Perguruan Tinggi. Debat kali ini dilangsungkan di Hotel santika Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam debat tersebut, Fahum keluar sebagai pemenang dan akan melanjutkannya di tingkat Nasional.

Keterangan Foto: 3 delegasi debat Fahum (kiri-kanan) Oval Pratama, Nur putri Suprianto, Yosua Aditya (Foto: dok. LPM Hitam Putih)

Fakultas Hukum Untad mengutus 3 mahasiswa, diantaranya, Nur Putri Suprianto (Ilmu Hukum, Yosua Aditya (Ilmu Hukum 2017), dan Oval Pratama (Ilmu Hukum 2017). Didampingi oleh Pembina dari dosen Fahum sendiri yakni Awaludin MH, dan Isman sebagai Pembina pengganti.

Acara rutin yang diselenggarakan setiap tahun oleh Badan Pengkaji MPR ini, diikuti oleh tim debat dari Universitas Sulawesi Barat,  Universitas Tomakaka, Universitas Muhammadiyah Palu dan Universitas Tadulako sendiri. Nur putri Suprianto, dkk mengalahkan 3 Universitas tersebut dengan 3 point victory atau tak terkalahkan.

Nur Putri Suprianto, sebagai pembicara 1 menjelaskan bahwa dalam lomba debat kali ini, terdapat 6 mosi yang harus dikuasai. 3 diantaranya akan ditentukan untuk setiap penampilan tim. Sekaligus menentukan akan berhadapan dengan tim siapa mereka nantinya. Menurutnya, tim terberat yang menjadi saingannya adalah dari Universitas Sulawesi Barat.

“Semua mosi harus dikuasai dan dipersiapkan. Nah pada saat technical meeting, 1 hari sebelum pelaksanaan lomba sudah ditentukan 3 mosi setiap penampilan tim, sekaligus menentukan akan berhadapan dengan tim siapa,” jelasnya.

“Kalau setiap tim sih semua hebat, cuman kalau dibilang terberat, tim dari Unversitas Sulbar,” tambahnya.

Yosua, selaku pembicara 2 dalam lomba debat tersebut mengungkapkan bahwa sebelumnya, Fahum juga pernah mencapai tingkat nasional, dan ia bersyukur tahun ini bisa mencapai di titik yang sama.

“Lomba ini di laksanakan rutin oleh MPR, dan di tahun kemarin tim debat Fahum juga sampai pada tingkat nasional, di tahun ini kita juga dapat mencapai tingkat nasional,” ungkapnya.

Kemudian, ia mengungkapkan usaha yang mereka lakukan dalam mempersiapkan debat kali ini sudah maksimal. Dengan belajar secara otodidak, membaca referensi dan buku-buku terkait. Apalagi mereka saat berlomba tidak ditemani oleh Pembina. Karena sedang ada kegiatan lain.

“Kemarin kita betul-betul maksimal, karena kita sangat push kinerja kita. Kita pada saat itu tidak ditemani oleh dosen Pembina, jadi kita melakukan usaha yang betul-betul maksimal. Tapi kita selalu percaya bahwa usaha tidak pernah menghianati hasil”, tambahnya.

Selanjutnya, di bulan Agustus, mereka akan bertanding kembali di Jakarta, untuk naik ke tingkat Nasional. NB

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here