Atasi Masalah dalam Penelitian, Jurusan Kimia Undang Pembicara dari UII

Kali pertama, Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) melangsungkan workshop yang bertemakan “Problem solving and innovation methodology” dengan menghadirkan, Dr Noor Fitri Ssi Msi, dosen dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Workshop yang selalu diiringi games asah otak disetiap slide-nya, diharapkan bisa membantu mahasiswa. Baik yang sedang melakukan penelitian maupun yang baru merancang penelitiannya. Workshop yang dihadiri oleh hampir seluruh warga jurusan kimia ini digelar pada Senin (08/04) di FM 31 Jurusan Kimia.

Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Kimia, Dr Ruslan Msi mengatakan bahwa workshop tersebut merupakan workshop pertama yang digelar untuk jurursan kimia, dengan mengundang dosen sekaligus peneliti dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Keterangan Foto: Penyerahan Cendramata oleh Drs Saiful Bahri MSi (foto: Fauzan/MT)

Workshop kali ini merupakan workshop baru bagi jurusan kimia, dan memang workshop ini telah kami programkan untuk dilaksanakan di tahun ini,” jelasnya.

Dr Noor Fitri Ssi Msi dalam penyampaian materinya sangat unik dan menarik. Ia memberikan beberapa game berbasis sains kepada peserta workshop sehingga peserta pun antusias selama workshop berlangsung.

“Saya membawakan materi dengan cara seperti ini, diselingi dengan games. Karena memang materi yang saya bawakan sangat membosankan apalagi di jam-jam seperti ini. Nantinya peserta pun hanya diam monoton mendengarkan apa yang saya jelaskan tapi ujung-ujungnya tidak mengerti sama sekali,” tutur Dr Noor Fitri.

Materi yang ia ulas mengenai “Aplikasi Metode Triz untuk Pembelajaran Kimia Interaktif” pun menjadi sangat menarik. Peserta yang didominasi oleh mahasiswa angkatan 15 dan 16 ini mengupas tentang bagaimana cara dalam menyelesaikan masalah yang kontradiktif dengan metode triz.  Ia juga menyebutkan bagaimana  menganalisis suatu masalah yang kontradiktif agar bisa dipecahkan.

“Dalam menganalisis masalah-masalah seperti tadi, kita harus bisa menganalisis beberapa komponen, seperti sistem yang digunakan sebernarnya seperti apa, faktor apa saja yang mempengaruhi hingga menganalisis couse effect-nya,” ujar Dosen Kelahiran Sabang tersebut. AFT