Bangkitkan Gairah Entrepreneur Mahasiswa Himaptika dan 4dimensi Event Creator Jalin Kolaborasi

Keterangan foto: penyampaian materi entrepreneur dari sisi akademisi oleh Dr Ir Muh. Nur Sangadji DEA (foto: Mahfudz/4dimensi event creator)

Himpunan mahasiswa pendidikan Matematika (HIMAPTIKA), bekerja sama dengan 4dimensi event creator, melaksanakan talkshow anak muda entrepreneur  dengan menghadirkan berbagai pembicara, pada Sabtu (06/04) di gedung IT Center UNTAD.

Kegiatan perdana kerjasama kedua lembaga tersebut, menghadirkan Dr Ir Muh Nur Sangadji DEA (akademisi UNTAD), Syahril (ketua Komunitas Tangan di Atas) dan Fajrin Rusli (Owner ricebox Naoro dan Juragan chicken).

Chief Executive Officer (CEO) 4dimensi event creator, Mahfudz Mahdang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa 4dimensi event creator hadir karena keresahan anak mudah terutama mahasiswa, yang melihat banyaknya potensi anak mudah dalam berwirausaha, namun kurang wadah.

“Kami resah di kota-kota lain, seperti Jakarta, Jogja bahkan Makassar sudah banyak wadah yang mengantarkan para anak mudah berkontribusi untuk bangsa, terutama di bidang usaha, banyak wadah untuk belajar disana. Sedangkan, di Palu sendiri kami melihat minim sekali event yang fokus untuk edukatif keanakmudaan,” ungkapnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Mahfud menyampaikan bahwa 4dimensi event creator tidak hanya bergerak dalam bidang entrepreneur, tetapi juga literasi serta seni dan budaya. Namun, dalam kegiatan perdananya, topik entrepreneur menjadi pilihan utama melihat kondisi kepemudaan saat ini.

“Ini event kami yang pertama dan kami pilih bidang entrepreneur karena kami melihat ada banyak anak muda yang punya potensi untuk berbuat di bidang wirausaha, namun, minim wadah dan  minim informasi, sehingga banyak yang ragu bergerak,” lanjut Mahfudz.

Dr Ir Muh. Nur Sangadji DEA, selaku salah 1 pemateri yang juga mendapatkan mandat menggantikan Prof Dr H Djayani Nurdin SE MSi, untuk membuka kegiatan tersebut mengungkapkan apresiasinya kepada HIMAPTIKA dan 4dimensi event creator.

“Kami waktu kuliah diprancis, sering sekali mengikuti dosen yang melakukan kegiatan kolaborasi, padahal sama sekali tidak ada hubungannya dengan mata kuliah karena kami mengejar ilmu, bukan nilai. Saya bangga karena anak-anak matematika melaksanakan acara yang mengarah ke sosial,” ucapnya. Vv