Delegasi Himakim Hadiri Rakernas di Makassar

Senin (18/03) – Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMAKIM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako (FMIPA UNTAD) hadiri Seminar Nasional yang Dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ke-XV Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia (IKAHIMKI), di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).

yang Bertema Revolusi Industri 4.0 itu Menjelaskan Bagaimana Kaitan Kimia dengan Revolusi Industri 4.0, menurut Kartina S Hadati, salah satu delegasi HIMAKIM mengatakan seminar yang diikutinya itu memberikan informasi sekaligus motivasi untuk mahasiswa kimia yang hadir saat itu.

“Seminar ini bisa menambah pengetahuan kita tentang revolusi industri yang terjadi hingga sekarang. Menariknya, dalam materinya menyinggung masalah saintis di era industri keempat. Sehingga kimiawan seperti saya, tidak perlu risau kerja apa di era industri keempat yang sesuai bidang ilmu yang sekarang saya geluti,” ujar Kartina.

Sementara itu Rahmat Indra Sakti, pemateri Seminar menerangkan kerja-kerja dalam bidang kimia pada revolusi industri 4.0 tidak akan tergantikan. Pada revolusi industri 4.0, Kimiawan hanya perlu memantapkan kemampuan dan pengetahuan sesuai bidangnya.

“Revolusi industri 4.0 memang membantu kerja manusia, tetapi dalam bidang kimia kerja-kerja kimiawan itu ada yang tidak bisa digantikan, seperti ketika eksperimen di laboratorium. Hanya saja membutuhkan keahlian yang memang sesuai bidangnya. Sebagai seorang kimiawan harus tahu karena ini penting. Setelah menyelesaikan studi, kerjanya harus sesuai bidangnya, sebagai seorang kimiawan,” terang Rahmat.

Masih dalam materinya, Rahmat menjelaskan revolusi industri 4.0 merupakan trend dunia industri sekarang. Melihat perkembangannya, revolusi industri diawali dengan revolusi industri pertama (1.0) yang ditandai dengan adanya mesin uap pada tahun 1776. Lalu, revolusi industri kedua (2.0) yang ditandai dengan adanya mesin-mesin industri secara mekanik dan terstruktur pada abad ke 20. Selanjutnya, revolusi industri ketiga (3.0) yang ditandai dengan adanya penggunaan komputer dan robot yang membantu kerja-kerja manusia. Terakhir, industri keempat (4.0) yang diawali pada 2011, merupakan teknologi industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber.

“Industri 1.0 ini lahir dengan adanya mesin uap yang membantu kerja-kerja manusia yang awalnya hanya menggunakan otot, angin dan air. Industri 2.0 lahir melihat terbatasnya kemampuan mesin uap untuk produksi barang-barang yang lebih besar sehingga lahirlah mesin-mesin industri mekanik. Industri 3.0 lahir dengan ditandai kurangnya tenaga manusia dalam proses industri yang digantikan dengan penggunakan komputer dan robot. Dan terakhir yang sedang menjadi bahasan sekarang yaitu industri keempat. Industri 4.0 ini diwacanakan pada tahun 2011, di Jerman. Industri ini disebut juga industri teknologi karena menggabungkan teknologi otomatisasi dan cyber,” jelas Rahmat. Mn

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here