Jalin silaturahmi, Rektor Untad kunjungi Kajati Sulteng

Keterangan Foto: Prof Mahfudz ketika berkunjung dan berdialog bersama Kajati Sulteng, Drs. M. Rum

(Senin, 11/03) – Prof Dr Ir H Mahfudz  MP, lakukan kunjungan ke Kejaksaan tinggi, tepatnya pada kepala kejaksaan tinggi (Kajati), Drs M Rum. Hal ini dilakukan dalam rangka silaturahmi Rektor kepada Kajati langsung. Kegiatan berlangsung di ruang Kantor Kajati langsung.

Dalam kunjunganya tersebut, Rektor mengungkapkan bahwa kedatangannya dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi. Karena selaku Rektor yang baru, ia ingin meminta petunjuk dan arahan terkait masalah-masalah yang nantinya akan dihadapinya ke depan, kepada Kajati Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Dalam banyak hal termasuk dalam kerja kami, kami akan selalu memohon arahan dan petunjuk dari bapak-ibu Kajati Sulteng,” ungkap Rektor.

Selain itu, Prof  Mahfudz juga berharap adanya saling koordinasi yang baik antara Kejaksaan Tinggi dengan Untad, seperti kerjasama dan koordinasi yang dirintis oleh Rektor sebelumnya.

“Kami akan terus berkonsultasi dan saling koordinasi dengan bapak Kajati dan jajarannya. Rintisan dan kerjasama yang telah dirintis oleh bapak Basir Cyio akan terus kami pererat dan perkuat,” tambahnya.

Sebagai kepala Kejaksaan Tinggi daerah Sulawesi Tengah, Drs M Rum menyampaikan ucapan selamat kepada Rektor yang terpilih, Prof Mahfudz, dan mengungkapkan akan terus mengawal Untad, sebagai institusi pendidikan terbesar di Sulteng.

“Untad akan terus kami kawal. Sebagai institusi pendidikan, Untad harus maju dan tidak boleh ada gangguan dari pihak luar. Insya Allah kerjasama yang telah terjalin akan dapat terus kami jaga”, ungkapnya.

Untad merupakan Perguruan Tinggi dilingkungan Kementrian Pendidikan Nasional yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri yang paling banyak peminatnya di Sulawesi Tengah. Jumlah mahasiswa per 2018 adalah 51.689 orang (sumber: Siakad). Hal ini terbagi dalam 3 titik lokasi yang berbeda yakni 2 di Kota Palu, 1 di Kabupaten Morowali dan 1 lagi di Kabupaten Tojo Una-una. Hal ini memungkinkan terjadinya masalah masalah yang tidak dapat diprediksi.

Untuk itu, Kajati Sulteng menuturkan bahwa pihaknya akan terus membuka diri jika nantinya Untad akan berkoordinasi dan berkonsultasi terkait dengan masalah-masalah yang ada. Karena Untad juga merupakan bagaian yang tidak terpisahkan sebagai institusi untuk memajukan daerah dan bangsa. “Jika Untad maju, SDM daerah ini akan maju. SDM berkualitas tentu berperan dalam kemajuan daerah. Kami juga berterima kasih atas kerjasama yang terjalin kepada Prof Basir,” tutupnya. NB