LDK UPIM Ambil Peran dengan Aksi Damai

Keterangan Foto: massa aksi ketika berorasi di depan gerbang Untad (Foto: Rijal/MT)

Dalam Rangka menyikapi penembakan berutal Teroris di Selandia Baru, Lembga Dakwah Kampus Unit Pengkajian Islam Mahasiswa (LDK UPIM) bersama Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Se-Universitas Tadulako (Untad) melakukan aksi damai di depan gerbang utama Untad pada Senin (10/03).

Muh Rizal Iqwaldi, ketua LDK UPIM mengatakan  aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk pembelaan terhadap penembakan muslim di Selandia Baru, New Zeland. Selain itu, pada kesempatan ini, LDK UPIM mempertegas pada mayarakat kampus, bahwa stigma teroris yang selama ini diarahkan pada pemeluk agama Islam terbantahkan.

“Ini adalah upaya kecil yang dapat kami lakukan, tentunya selain berdoa, untuk membela dan memberikan dukungan pada umat muslim yang menjadi korban penembakan yang dilakukan dengan membabi buta. Pelakunya jelas disebut teroris. Hal lainnya adalah, kami menyerukan dalam orasi dan selebaran yang kami bagikan, bahwa Islam bukanlah agama teroris. Dengan kejadian ini, stigma-stigma awal bahwa islam adalah agama teroris terbantahkan. Sehingga sebenarnya teroris tidak diletakkan pada agama,” jelas Iqwaldi.

Sementara itu, menurut Zulqifar Jusman, ketua Mahasiswa Pecinta Musalla (MPM) An-Nahl mengatakan bahwa aksi ini sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap saudara muslim yang menjadi korban penembakan.

“Dengan aksi damai yang kami lakukan, menjadi salah satu wujud kepedulian kita terhadap saudara muslim kita, yang menjadi korban penembakan,” ungkap Zulqifar

Senada dengan Zuiqifar, Novi Yulianti, penanggung Jawab Bidang Penyikapan Isu LDK UPIM, menganalogikan aksi tersebut menjadi gambaran persaudaraan dan persatuan umat Islam.

“Aksi ini digambarkan ibaratnya jika ada bagian tubuh yang sakit maka yang lain akan merasakan sakit. Dan ini merupakan langkah awal umat Islam bangkit bersatu padu pada garda terdepan dalam menyuarakan Islam not teroris, ” tutup Novi. Rr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here