Pelantikan Dokter Muda Lulusan XVI

Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad) kembali mengadakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter lulusan ke-XVI Program Studi Profesi Dokter di gedung Media Centre, pada Selasa (26/03).

Dalam lulusan ke-XVI, FK meluluskan 66 dokter, dengan dr Syavirah Arifah SKed sebagi lulusan terbaik dengan nilai Indeks Prestasi Akademik (IPK) 3.92.

Penyematan Cendera Mata (Foto: Adrian/MT)

Rektor Untad Prof Dr Ir H Mahfudz MP dalam sambutannya sangat mengapresiasi dengan apa yang telah dicapai FK dalam meluluskan 90% dalam ujian kompetensi dan berharap lulusan XVI dapat diandalkan di rumah sakit.

“Kedepannya mereka tidak lagi di evaluasi oleh dokter pendamping, tetapi integritas sebagai dokter akan dievaluasi oleh masyarakat, dan saya berharap lulusan dari Untad bisa bekerjasama dan berkolaborasi dengan lulusan dokter universitas lainnya,” ujar Rektor Untad.

Sementara itu dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran Dr dr M Sabir MSi mengungkapkan bahwa lulusan yang baru dilantik adalah mahasiswa yang penuh semangat dalam menyelesaikan studinya.

“Meskipun sudah melalui banyak proses, banyak hal, banyak kegelisahan, dan kegalauan dalam menempuh proses pendidikan namun itu semua tidak menyurutkan semangat mereka dalam pendidikan dan mengikuti ujian kompetensi, yang setiap tahunnya rata-rata tidak meluluskan 2500-3000 peserta,” jelas Dekan FK.

dr Sabir menambahkan bahwa keberhasilan yang diraih oleh mahasiswa tidak bisa lepas dari bantuan Rumah Sakit Umum (RSU) Untad dan juga rumah sakit lain yang telah berjejaring. Ia juga beharap agar 66 lulusan dokter perjuangannya tidak berhenti disini dan tetap menuntut ilmu setinggi-tingginya.

“Dari pihak Fakultas akan selalu memberikan support berupa rekomendasi jika ada dari lulusan Fakultas Kedokteran yang ingin melanjutkan studi. Saya berharap semua yang kalian dapatkan bisa menjadi pengalaman berharga dan inspirasi, agar bisa mengabdi lebih baik di masyarakat,” harapnya.

dr Mohammad, mewakili angkatannya, mengatakan beberapa penyampaian. Menurutnya, pada awal-awal perkuliahan, ia berpikir menjadi mahasiswa FK begitu sulit, seperti yang kerap ditonton di sinetron.

“Awalnya kami berpikir kalau masuk Fakultas Kedokteran akan sama seperti yang ada di sinetron. Tapi ternyata tidak. Melelahkan memang, tapi menyaksikan senyum dan rasa syukur dari pasien benar-benar menjadi hal yang sangat menyenangkan buat kami,” ungkap dr Mohammad. Ad

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here