Pengantar Redaksi

Pemilu paling menegangkan akhirnya usai sudah. Debat-debat soal kandidat calon presiden dan wakil presiden juga harus berakhir di bilik suara. Semuanya selesai setelah kita kembali dari TPS tempat kita memberikan suara. Setelah 17 April kemarin, jalinan pertemanan kita sudah harus pulih kembali pasca suasana politik yang sempat meretakan sendi-sendi kebersamaan. Dan semoga, saat media ini tiba di hadapan pembaca, suasana kebangsaan kita kembali seperti semula.

Proses politik 5 tahunan ini memang telah merebut banyak hal dari kita, ia merampas wacana-wacana lain yang mestinya juga relevan untuk kita bincangkan, resonansi politik memang lebih besar ketimbang isu-isu lain.

Ya…politik memang telah merampas banyak hal, jangan sampai ia juga ikut merampas kebersamaan kita sebagai warga Indonesia. Cukup sudah ia mengambil banyak perhatian kita belakangan ini.

Lepas dari hingar bingar politik, kampus Tadulako juga terus berjalan memastikan proses persiapan pemimpin masa depan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hal itu terlihat dari ragam aktivitas yang kami rangkum dalam sejumlah berita di media kampus ini.

Satu dari bukti bahwa Universitas Tadulako terus memproses anak-anak muda masa depan dapat dilihat dari apa yang dilakukan oleh Andre Saputra dan teman-temannya yang berhasil menemukan metode pengendalian penyakit endemic lewat pemodelan matematika. Kabar penemuan mereka dapat bapak/ibu lihat dalam rubric dialog akademik edisi kali ini.

Akhirnya, dari bulan April yang istimewa ini, kami menyampaikan selamat menikmati karya jurnalis-jurnalis muda Tadulako. Semoga apa yang kami sampaikan dapat menjadi menu inspirasi bapak/ibu civitas akademika Universitas Tadulako. Salam….!!!