Seleksi NUDC 2019 UNTAD Tentukan Tim yang Bersaing di Tingkat Wilayah

Keterangan Foto: Syarifah Aliyah saat memberi verbal kepada peserta NUDC (foto: Adrian/ MT)

 

Bertempat di Gedung IT Center, Universitas Tadulako (Untad) langsungkan seleksi National University Debating Championship (NUDC) 2019, pada Rabu s.d Kamis (27-28/03). Hasil dari seleksi tersebut, Untad akan mengirimkan 3 peserta terbaik seleksi NUDC untuk bmengikuti seleksi di tingkat wilayah IX, kota Makassar.

Tiga peserta tersebut yakni Diah Annisa Aprilia (Fakultas Hukum), Diki Fahmi Aldi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dan Muhammad Aqshadigrama (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).

Kepala Bagian Kemahasiswaan BAKP, Nancy Fitriana SE MSi, dalam sambutannya, mengapresiasi seluruh pesera yang mengikut seleksi tingkat Universitas, setelah sebelumnya mengikuti seleksi tingkat Fakultas masing-masing.

“Tahun ini, banyak fakultas-fakultas yang turut terlibat dalam NUDC 2019, melalui mahasiswanya. Karenanya saya sangat mengapresiasi semua peserta yang mengikuti seleksi debat kali ini. Saya berharap, siapapun yang mewakili Untad, menjadi tim yang mampu bersaing di tingkat regional, dan mampu lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Nancy.

Melalui kegiatan dan seleksi ini, menurut Muhammad Aqshadigrama, ada beragam pengalaman yang ia dapatkan, mulai dari pengalaman mengikuti seleksi, hingga relasi. “Banyak hal yang saya dapatkan selama mengikuti seleksi NUDC 2019. Tentunya pengalaman menjawab soal, dan yang terpenting menambah relasi. Dari relasi itu kita dapa belajar dari mereka yang memiliki kemampuan debat yang tidak diragukan lagi,” ungkap Aqshadigrama

NUDC juga secara tidak langsung mendorong para peserta untuk lebih sering berlatih speaking, dan lain-lain. Sehingganya, masih menurut Aqshadigrama, event ini memberi ruuang untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, yang tidak ia dapatkan di perkuliahan.

“Selain dari mengimprove kemampuan bahasa Inggris, debat juga melatih  public speaking. Melalui lomba debat ini, kita dapat dilatih cara berpikir kita agar kritis dengan sistematis dan terstruktur. Pola berpikir mengantarkan kita untuk memahami isu-isu maupun fenomena yang terjadi di saat ini, masa lalu maupun di masa yang akan datang,” tambahnya. Adr