Workshop Instrumen Akreditasi Prodi 4.0

Dalam rangka penyusunan Instrumen Akreditasi Program Studi 4.0 Unit Penjamin Mutu (UPM), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad) sosialisasikan Instrumen Akreditasi Program Studi 4.0, yang dikemas dalam workshop dengan tema “Menuju Program Studi Unggul”, pada Selasa (3/04).

Dr Sunarto Amus, selaku Ketua Unit Penjamin Mutu (UPM) FKIP Untad menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberi pemahaman, tentang bagaimana menghadapi tuntutan Permenrisetdikti No. 32 Tahun 2016, terkait dengan instrumen global untuk merespon isu-isu global, juga pembentukan Unit Pengelola Program Studi (UPPS).

Keterangan Foto: dari kiri ke kanan: Dr. Iskandar M. Hum, Dr. H. Anshari Syafar, M. Sc, Dr. Lukman M. Hum dan Dr Sunarto ( Foto: Adrian/MT)

“Dalam memenuhi hal tersebut kami memerlukan dukungan pimpinan baik dalam bentuk moril maupun materil. Karena tanpa bantuan dari pimpinan akan cukup sulit untuk melakukan inovasi-inovasi,” jelas Sunarto.

Lebih lanjut, Sunarto menyampaikan bahwa harus ada kerjasama dan koordinasi dari semua pihak, serta apresiasi dari pihak fakultas.

“Jadi banyak hal yang harus dibentuk untuk memenuhi perubahan instrumen akreditasi, yang dulunya ada tujuh sekarang ada Sembilan dan 4.0. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah setelah salah satu prodi melakukan borang maka akan diberi apresiasi melalui loka karya,” lanjut Dr Sunarto.

Sunarto menambahkan, dari kegiatan sosialisasi akan dibentuk tim yang di dalamnya melibatkan Prodi-Prodi yang akan menangani khusus mengenai borang maupun akreditasi.

“Sebelumnya ada prodi untuk borang, sekarang akan dibentuk satu tim yang di dalamnya ada semua ilmu terkait yang akan menangani khusus tentang hal akreditasi,” tambahnya.

Dr Lukman MHum selaku dekan FKIP mengarahkan agar peserta dalam sosialisasi bisa lebih mempersiapkan diri dan bergegas dengan era industry 4.0. Tersingkirnya tenaga kerja manusia yang tidak menguasai teknologi

“Di era revolusi industri yang membuat dunia tak selebar daun kelor membuat kemandulan teknologi menjadi sesuatu yang bukan dilawan tetapi berkawan kalau tidak ke depannya kita sendiri yang akan kewalahan,” tuturnya.

Beliau juga menjelaskan perubahan tidak hanya terjadi di industry tetapi banyak hal yang termodifikasi karena industry 4.0.

“Di universitas sudah ada unit tersendiri yang menangani borang, karena prodi sering keteteran dan kesulitan dalam menangani borang, sehingga di FKIP akan di bentuk lembaga baru yang lebih gesit produktif dan bermanfaat dalam menangani borang dan akreditasi,” ungkap Dekan FKIP itu. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here