Beri Pemahaman Manfaat Kuliah Daring Staf Ahli Pembelajaran Online KEMENDIK Sambangi UNTAD

Keterangan Foto: Foto bersama peserta dan Hartoto SPd MPd (Foto: Dok Vivi/MT)

PUSBANG KSB LPPMP menggelar workshop pengembangan pembelajaran berbasis online. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Senat FATEK  (24-25/04) tersebut, menghadirkan staf ahli pembelajaran online Kementrian Pendidikan (KEMENDIK), Hartoto SPd MPd.

Ketua PUSBANG KSB, Dr Ir H Husain Umar MP mengatakan, saat ini orang yang ahli di bidang IT (Informasi dan Teknologi) akan lebih banyak dicari. Sehingga, perlu upaya meningkatkan keterampilan tersebut.

“Kalau boleh sistem pembelajaran yang manual bisa dikombinasi dengan IT. Maka dari itu, saya berharap semoga kegiatan ini dapat meningkatkan bahan sumber belajar, terutama  bagaimana memanfaatkan IT tersebut dalam sistem belajar kita,” harapnya.

Hartoto SPd MPd dalam materinya menyampaikan bahwa saat ini, internet memegang peran penting dalam sistem pembelajaran. Olehnya para tenaga pengajar, sudah harus mampu menguasai IT, terutama menerapkannya dalam proses belajar di institusi pendidikan.

“Dunia anak milenial adalah dunia internet, makanya kita juga pakai itu, karena kalau kita antipati, maka kita yang akan ditinggal oleh mereka. Kalau kita mau mengajar di dunia mereka, maka kita yang harus masuk ke dunia mereka,” terang Hartoto.

Untuk itu, e-learning dapat menjadi solusi dalam proses belajar. Hanya saja, masih terdapat beberapa tantangan dalam penerapan e-learning di beberapa institusi. Olehnya, agar penerapan e-learning dapat berlangsung secara maksimal, perlu dilakukan tindakan tegas, seperti dalam penerapan SINTA (Science and Thecnology Index).

“Penerapan e-learnig di beberapa kampus masih punya tantangan, karena kebanyakan hanya menunggu inisiatif. Maka, untuk menerapkan e-learning secera maksimal, perlu digunakan 4 hal yaitu dipaksa, terpaksa, terbiasa dan setelah itu membudaya. Seperti awal mula penerapan SINTA, yaitu dosen dipaksa untuk publikasi, dipaksa dalam tanda kutip positif, setelah itu terpaksa sedikitlah, dan akhirnya terbiasa dengan publikasi dan mudah-mudahan itu akan menjadi budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa memang pada awalnya penggunakaan e-learning terkesan sulit. Namun, pada dasarnya penerapan e-learning bertujuan untuk memudahkan proses belajar mengajar dan dosen pun dapat memperoleh banyak manfaat.

“Jika semuanya ini terlaksana, mudah-mudahan akan membentuk budaya akademik. Memang terlihat susah, tapi susahnya hanya diawal, yaitu saat pembuatan konten, tapi itu hanya sekali. Karena sebenarnya ini dapat memudahkan dosen, bahkan konten yang dibuat pun berpeluang untuk memenangkan hibah e-learning. Selanjutnya konten yang ready jika dikemas lagi bisa diikutkan hibah buku ajar, selain itu, konten tersebut juga berpeluang dibuatkan HKI,” imbuh Hartoto. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here