Bicara Peran IoT dalam Mitigasi Bencana, FATEK Hadirkan Pakar IT Internasional

Menyikapi banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia, khususnya kota palu dan sekitarnya, Fakultas Teknik (FATEK) Universitas Tadulako (Untad), menghadirkan Pakar IT Internasional, Ir Onno Widodo Purbo Meng PhD dalam workshop  yang bertema “Peran IoT dalam Mitigasi Bencana di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung IT center lantai 2 Untad pada Kamis (25/04).

Keterangan Foto : Penyerahan piagam penghargaan kepada Ir Onno Widodo Purbo Meng PhD (Foto: dok. panitia)

Kecepatan dan kemudahan akses internet memegang peranan penting dalam pelaksanaan Internet of Things (IoT) dalam upaya Mitigasi bencana. Dr Anita Ahmad Kasim SKom MSc, selaku moderator workshop tersebut mengatakan, kemudahan akses internet yang kita rasakan saat ini, tidak lepas dari peran, Ir Onno, sorang peloper masuknya internet dan berkembangnya teknologi di Indonesia.

“Kalau selama ini ada AI (Artificial Intelegency), ada robotika, sekarang ada 1 topik lagi, yaitu internet of things. Nah, Pak Onno adalah salah seorang pakar di bidang tersebut. IoT sendiri merupakan salah 1 bidang yang muncul di era revolusi industri 4.0, yang juga memiliki peran penting dalam mitigasi bencana. Tapi, semua itu perlu koneksi intenet yang baik, nah perlu kita tahu juga sejak ada Pak Onno, internet yang dulu mahal, bisa lebih murah dan mudah dijangkau seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Berbicara tentang IoT, Ir Onno menyampaikan pola berpikir dari IoT kuncinya adalah sebuah sensor. Sensor pada dasar terbagi menjadi sensor fisik dan sensor non fisik. Meskipun demikan, ia mengatakan bahwa tidak semua sensor dapat dikatakan bagian dari IoT.

Digital economy dan smatrcity, itu semuanya adalah IoT. Pola berpikir IoT kuncinya ada di sensor, hasil sensor lalu dikumpulkan pada suatu tempat, kemudian dianalisa. Tapi perlu diketahui juga, bahwa sensor juga bermacam-macam, ada yang berupa fisik seperti temperatur, ada juga yang bukan fisik seperti data keuangan, tetapi itu bukan IoT, itu namanya text mind. Karena IoT hanya yang berupa sensor fisik,” jelas salah seorang pengembang teknologi RT/RW-Net dan Internet Interconnection Intiatives (I3) itu. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here