HIMASTIKA bersama Kerabat Data Laksanakan Seminar Kolaborasi

Keterangan Foto: Sunu Hari Ismawan SST MSi saat menyampaikan materinya (Foto: Minda/MT)

Bertempat di Balai Pelatihan Kesehatan (BEPELKES) Kota Palu, Himpunan Mahasiswa Statistika (Himastika) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untad bersama Kerabat Data, laksanakan seminar dengan tema “Bonus Demografi dan Industri 4.0”. Seminar yang dilaksanakan pada Minggu (27/04) itu, menjelaskan bonus demografi dan dampaknya

Bonus demografi merupakan suatu kondisi, dimana komposisi jumlah penduduk yang berusia produktif lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia tidak produktif. Penduduk usia produktif adalah penduduk yang berada pada rentang umur 15-64 tahun.

Dalam materinya, Kepala seksi statistik sosial BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Sulawesi Tengah, Sunu Hari Ismawan SST MSi mengatakan bonus demografi terjadi sekali dalam kehidupan. Bonus demografi diketahui dengan menghitung perbandingan antara jumlah penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif.

“Bonus demografi itu hanya terjadi satu kali. Bonus demografi terjadi ketika penduduk usia 0-14 tahun ditambahkan dengan jumlah penduduk usia 65 ke atas dibagi dengan jumlah penduduk usia produktif yaitu usia 15-64 tahun. Apabila hasil yang didapatkan di bawah lima puluh persen berarti kita memasuki bonus demografi,” terang Sunu Hari Ismawan.

Masih dalam materinya, Sunu Hari Ismawan mengatakan setiap rencana pembangunan, pemerintah membutuhkan data penduduk. Banyaknya penduduk usia produktif dan tidak produktif perlu diatur sedemikan rupa sehingga tidak terjadi ledakan penduduk yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah dalam melaksanakan semua perencanaan apapun pasti berkaitan dengan kependudukan karena subjek dan objek pembangunan bermuara pada kesejahteraan penduduk. Sehingga, kependudukan harus diatur agar pembangunan yang dilaksanakan tidak overload, tidak juga terlalu di bawah. Ketika penduduk banyak namun kesejahteraan tidak tersedia maka akan terjadi ketimpangan pendapaatan,” terang Sunu Hari Ismawan.

Sementara, Agum Fath Datulemba mahasiswa STATISTIKA sekaligus founder Kerabat Data mengatakan, seminar itu dilaksanakan agar mahasiswa bisa mengambil peran dan memanfaatkan era bonus demografi. Agung berharap melalui seminar itu mahasiswa dapat teredukasi, dan berbagi pengetahuan tentang bonus demografi sehingga dapat meningkatkan kualitas diri untuk bersiap memasuki era demografi.

“Lebih penting itu bagaimana caranya teman-teman mahasiswa, teman-teman pemuda bisa mengambil kebijakan berdasarkan data, bisa berperan. Harapannya dengan dilaksanakannya seminar ini kita lebih teredukasi lagi supaya bisa menyiapkan diri. Mungkin teman-teman yang hadir di sini hanya seratus dua puluhan tapi dari jumlah segitu, bisa sampaikan apa yang didapatkan hari ini. Jadi supaya tahu dan meningkat kualitasnya,” ujar Agung. Md

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here