Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 DuaTim Robotech Tadulako Lolos ke Tingkat Nasional

Keterangan Foto: Foto bersama tim Robotech Tadulako (Foto: dok. Robotech)

Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Belmawa Kemenristekdikti), kembali menyelenggarakan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019, sebagai ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika, di Mataram (21-23/04).

Dengan dilaksanakannya KRI 2019 Regional IV di Universitas Mataram, Robotech Tadulako berkesempatan mengirimkan lima tim kebanggaanya, tiga diantaranya berhasil lolos ke tingkat Nasional.

Seperti yang dilansir pada situs unram.ac.id, Misbah Fikrianto, Kepala Sub Direktorat Penalaran dan Kreativitas, Ditjen Belmawa, Kemenristekdikti, saat memberikan sambutan mewakili Menristekdikti, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat cepat, dan merupakan suatu perwujudan dalam kemajuan teknologi, sehingga bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Robotika saat ini tidak hanya terbatas pada robotika yang aplikatif tetapi juga robotika yang fungsional, yang bisa dimanfaatkan dalam berbagai sisi kehidupan, hal demikian bukan hanya sebagai wujud implementasi dari riset, sains, teknologi dan engineering, tapi juga merupakan wujud keberhasilan dan kemajuan terhadap ilmu pengetahuan teknologi yang diterapkan ke dalam dunia nyata,” terangnya.

I Made Rupawan, Ketua umum Robotech Tadulako mengungkapkan bahwa ada tim baru yang diikutsertakan dan lolos walau hanya seleksi berkas saja, serta divisi KRSTI yang berhasil mendapat juara tiga.

“Dalam beberapa tahun ini kami selalu mengikuti 4 divisi yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda. Nah, di tahun ini kami mencoba mengikuti satu divisi lagi, yaitu Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI), dan alhamdulillah divisi KRSTI mendapat juara 3 dan divisi KRTMI yang langsung lolos di tingkat nasional,” ungkapnya.

Made mengaku bangga Universitas Tadulako dapat bersaing dalam ranah Kontes Robot Indonesia. “Kalau tentang perasaan pastinya kami sangat bangga. Karena kami masih bisa membawa nama  Universitas Tadulako di tingkat nasional untuk bersaing dengan universitas-universitas ternama yang ada di Indonesia, dan semoga kami bisa memberikan hasil yang terbaik dan mengharumkan nama Untad di tingkat Nasional nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Ikhwal, Ketua Tim divisi KRSTI mengatakan bahwa walau banyak sekali keterbatasan alat selama melakukan persiapan, namun Untad terus memberikan segala bentuk dukungan walaupun sementara proses memfokuskan pada perbaikan infrastruktur.

“Kami melakukan persiapan dari Desember tahun lalu dan banyak sekali kendala yang ditemui. Terutama tentang alat-alatnya yang sangat terbatas, namun begitu pihak Universitas terus memberikan bantuan berupa dana walaupun Universitas sendiri lagi fokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak akibat gempa,” ujarnya. AFT

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here