Prodi Doktoral Pertanian Tinjau Kembali Kurikulum Melalui Workshop

Dengan menitik beratkan era industri 4.0, Prodi Doktoral Pertanian tinjau kembali Kurikulum. Peninjauan dilakukan melalui workshop yang dihadiri langsung salah satu tim penyusun Kurikulum Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti, Prof Ir Hendrawan S MRur Sc PhD. Kegiatan yang bertemakan “Peningkatan SDM Pertanian Menuju Era Industri 4.0 Melalui Revitalisasi Kurikulum Program Doktoral Berbasis KKNI” bertujuan untuk meramu kurikulum baru, guna menciptakan lulusan yang bisa bersaing di dunia Industri 4.0, bertempat di Hotel Swiss-bell pada Sabtu (27/04).

Ketua Prodi S3 Ilmu Pertanian, Prof Dr Ir Made Antara MP, mengatakan bahwa selain mempersiapkan reakreditasi di tahun 2022, workshop ini juga bertujuan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan oleh perguruan tinggi dalam mencetak lulusannya.

Keterangan Foto : Pembukaan Workshop, menyanyikan lagu Indonesia raya ( Dok. Arif /Web Untad)

“Data pada pengisian borang akreditasi dimulai pada tahun ini, untuk itulah peninjauan kembali kurikulum diperlukan dalam mempersiapkan reakreditasi di tahun 2022, dan tentunya kurikulum tersebut berisikan solusi dalam upaya meningkatkan SDM Pertanian guna melahirkan lulusan yang bisa bersaing di era industri 4.0,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa era indsutri 4.0 ini akan membawa dampak negatif, salah satunya ialah pengangguran yang semakin meningkat. “Karena teknologi yang kian pesat, masyarakat kelompok tani akan kesusahan dalam mencari pekerjaan karena pekerjaan mereka sudah diambil alih oleh mesin-mesin yang lebih canggih dan lebih efisien,” tuturnya.

Walaupun begitu, Made menghimbau agar melihat sisi positifnya dengan mencari peluang yang bisa didapatkan. “Memang era ini menjadi ancaman bagi kelompok masyarakat yang bergelut dibidang pertanian, karena hilangnya pekerjaan mereka. Namun, kita juga bisa mengambil peluang dari sana, seperti membuat alat-alat pertanian dengan membentuk koperasi pertanian, sehingga memang mekanisasi seperti ini perlu dikenalkan dan juga dikembangkan agar masyarakat dapat menerapkannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Prof Ir Hendrawan S MRur Sc PhD dalam materinya, menyampaikan bahwa Dosen dituntut dalam pengaplikasian OBE (Outcome Based Education) kepada peserta didiknya. “OBE merupakan pinsip yang harus dipenuhi oleh para dosen, yakni memfokuskan bahan ajar kepada mahasiswa sampai kepada praktenya, kurikulumnya harus jelas, merubah strategi pembelajaran, dan bisa melihat potensi di setiap mahasiswanya,” ujarnya.

Diruktur Pascasarjana, Prof Dr Ir Alam Anshary  MS berharap dengan dilaksanakannya workshop peninjauan kurikulum ini, Prodi Doktoral Ilmu Pertanian dapat terus berkembang dalam mencetak lulusan terbaik di zona Industri 4.0. “Dengan hadirnya tamu dari Tim Penyusun Kurikulum Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti, Prof Ir Hendrawan, kita bisa mendapat banyak informasi seputar dunia pertanian di era industri 4.0 ini,” harapnya.AFT