Prodi PPG Luluskan Mahasiswanya dengan Presentase Tinggi

Perdana, Prodi PPG berhasil menamatkan 74 mahasiswanya dengan tingkat persentase yang cukup tinggi, yakni 52 %,  pada Rabu (01/05) di Aula Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako (Untad).

Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP, dalam sambutannya mengaku bangga terhadap kerja keras yang telah dilakukan oleh pihak prodi (Pendidikan Profesi Guru) PPG. “Saya merasa bangga dengan Prodi PPG ini, ditambah lagi kerja keras oleh para dosen senior dari FKIP, yang turut serta membangun Prodi PPG yang dulunya hanya sebagai Program Pendidikan Profesi Guru, kini telah menjadi Prodi, apalagi sekarang telah berhasil meluluskan dengan persentasi yang cukup tinggi,” ujar Rektor Untad.

Keterangan Foto: Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP saat memberi sambutan (Foto: Ahmad Fauzan/MT)

74 alumni tersebut berasal dari beberapa Provinsi yang disambut dengan bencana Gempa. Tsunami dan Likuifaksi. Hal tersebut dijelaskan ketua Prodi, Dr Ijirana MSi dalam sambutannya. Dr Ijirana mengungkapkan bahwa ada yang membedakan antara mahasiswa Prodi PPG Untad dengan Mahasiswa PPG Perguruan Tinggi lainnya.

“Tidak seperti Mahasiswa PPG lainnya, mahasiswa kami yang berasal dari beberapa Provinsi yakni Sulawesi Barat, Tenggara, Selatan, Gorontalo serta Kalimantan diawali dengan sambutan gemuruh gempa yang maha dahsyat, disusul oleh gelombang tsunami serta liquifaksi. Namun begitu mereka tetap bertahan dan terus berjuang hingga berhasil menduduki bangku yudisium,” ungkap Dr Ijirana.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa ke 74 peserta yudisium tersebut telah berhasil menyandang gelar Guru professional dengan melewati berbagai tahap yang penuh perjuangan, mulai dari pembelajaran dalam jaringan hingga ujian kompentensi.

“Walau penuh kecemasan dan kegundahan hati pasca musibah tersebut, mahasiswa PPG Untad masih tetap bertahan dengan mengikuti seluruh rangkaian proses pendidikan profesi. Mulai dari pembelajaran dalam jaringan hingga ujian kompentensi. Rangkaian tersebut dimaksudkan agar guru profesional dapat menguasai falsafah pendidikan nasional, berpengetahuan luas, dapat menyusun strategi pembelajaran, penilaian yang sesuai pada peserta didik serta membimbing sekaligus menjadi administrator,” tutur Ijirana. AFT