Program CSR Indofood Riset Nugraha Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional melalui Riset Mahasiswa

Keterangan Foto: Pemberian plakat dari UNTAD diwakili Prof. Dr. Sutarman Yodo SH, MH kepada PT. Indofood diwakili Deny Puspahadi (Foto: Vivi/MT)

Untuk meningkatkan kualitas pangan Indonesia, PT. Indofood Sukses Makmur TBk menyediakan program Indofood Riset Nugraha (IRN), yang memberikan bantuan dana penelitian bagi mahasiswa Indonesia. Sosialisai IRN periode 2019-2020 wilayah SULTENG, dilaksanakan di Teater room Universitas Tadulako (Untad) pada Senin (25/04).

Dalam sambutannya, Deny Puspahadi mewakili departemen head of  CSR PT. Indofood Sukses Makmur TBk menyampaikan, bahwa dalam meningkatkan mutu dan ketahanan pangan nasional, dibutuhkan peran dari semua pihak, baik pemerintah, industri dan elemen masyarakat lainnya terutama akademisi. Sebagai salah satu industri pangan terbesar di Indonesia, Indofood terus berupaya dalam pengembangan sumber daya  manusia, khususnya di Perguruan Tinggi melalui kegiatan penelitian pangan dengan mengoptimalkan potensi dan kearifan lokal secara berkelanjutan.

“Kami berharap akan lahir para peneliti unggul di bidang pangan, karena Indofood menyadari bahwa pentingnya aspek pendididkan dalam pembangunan SDM. Sehingga kami terus berusaha membangun networking dengan akademisi di Perguruan Tinggi dan para official leader di seluruh Indonesia, serta mewujudkannya dengan program Indofood research Nugraha,” pungkasnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa, program tersebut diselenggarakan sebagai bentuk sosial responsibility dan merupakan kelanjutan dari program Bogasari Nugraha yang telah dimulai pada tahun 1998. Mereka juga terus berusaha mengembangkan program IRN agar meningkatkan link di dunia penelitian, Perguruan Tinggi dan pengembangan bisnis.

“Program ini merupakan bentuk penghargaan dalam bentuk pemberian bantuan dana penelitian bagi mahasiswa S1 dalam rangka melaksanakan tugas akhir atau skripsi. Hingga saat ini, proposal yang telah diajukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia hampir mencapai 5000 proposal. Dalam upaya meningkatkan program ini, pada periode 2019-2020 tema yang kami angkat adalah pengembangan  sistem pangan berkelanjutan berbasis potensi dan kearifan lokal untuk peningkatan kecerdasan, kesehatan dan prestasi bangsa,” ungkapnya..

Pada kesempatan yang sama, Prof Dr Sutarman Yodo SH MH, menyampaikan bahwa sosialisasi IRN merupakan suatu kesempatan dan peluang yang harus dimanfaatkan oleh mahasiswa. Sehingga ia berharap agar mahasiswa UNTAD dan Perguruan Tinggi lain yang mengikuti kegiatan tersebut, dapat mengambil peran dalam program tersebut.

“Program ini harus kita dukung, karena sangat membantu riset mahasiswa dan perkembangan ilmu pengetahuan. Saya sangat berharap mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini, sehingga tujuan yang diharapkan dan apa yang disumbangkan PT. Indofood dapat tercapai. Jangan biarkan kesempatan ini terlewat tanpa kita manfaatkan, karena ini bukan hanya untuk pembiayaan riset, tetapi juga untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan menyelesaikan persoalan di bidang pangan,” tandasnya.Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here