Pulihkan Kota dan Cegah Dampak Bencana, Untad Menggelar Konferensi Internasional

Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Fatek Untad), gelar Konferensi Internasional dengan tema International Conference on Urban Disaster Resilience 2019”. Konferensi yang dihadiri keynote speaker dari empat negara berbeda itu, dilaksanakan pada Kamis-Sabtu (25-27/04) di Hotel Santika, Kota Palu. Acara tersebut diharapkan mampu mencegah dampak bencana dan memulihkan Kota Palu pasca bencana

Rektor Untad, Prof Dr Ir H Mahfudz MP dalam sambutannya yang diwakili oleh Prof Andi Lagaligo Amar MSc Agr PhD, sangat mengapresiasi panitia pelaksana International Conference on Urban Disaster Resilience (ICUDR) 2019 itu. Acara tersebut, menurutnya harus dilakukan agar pemahaman kebencanaan bertambah untuk menanggulangi kekhawatiran bencana-bencana yang akan datang.

Keterangan Foto: Foto bersama Ketua Panitia (ketiga dari kiri) bersama pemateri dan moderator (ujung kanan) (Foto: Ikerniaty Sandili/MT)

“Salah satu yang harus kita garis bawahi, bagaimana kita dapat menyadarkan orang lain yang ada di sekitar kita dan generasi selanjutnya, agar lebih memahami untuk antisipasi karena bencana bisa datang kapan saja. Kami sangat mengapresiasi kerja panitia pelaksana, yang menyukseskan kegiatan ini.” ujar Andi Lagaligo Amar

Sementara itu, Dr Ir Syamsul Arifin MSc, selaku ketua panitia ICUDR 2019, Saat ditemui di sela-sela kegiatan menyampaikan, ICUDR 2019 atau Konferensi Internasional Tentang Ketahanan Bencana Perkotaan, dilaksanakan karena melihat kondisi Kota Palu yang rawan terhadap bencana alam.

“Daerah kita ini daerah rawan bencana. Sebelum kejadian 28 September lalu, gempa kecil sering terjadi. Sehingga kami berfikir kenapa tidak melaksanakan Konferensi Internasional terkait kebencanaan itu. ICUDR ini merupakan konferensi yang dilakukan untuk mengurangi dan mencegah dampak bencana alam di berbagai negara, khususnya Kota Palu, Indonesia,” terang Syamsul Arifin.

Lebih lanjut, Syamsul Arifin mengatakan acara yang berlangsung selama tiga hari itu, dihadiri oleh duta besar New Zealand, delapan keynote speaker nasional dan internasional dari empat negara, serta dua ratus peserta pendaftar.

“Kami menghadirkan delapan keynote speaker dari Luar Negeri dan Indonesia tentunya. Peserta yang terdaftar sejumlah dua ratus dari universitas yang ada di Indonesia dan Luar Negeri. Asal Jepang itu ada Prof Yoshihiro Narita, Prof Zhen-JiangShen, dan Prof Masakatzu Miyajima. Asal Belanda ada Mr Bastian Van Veen, kemudian asal New Zealand ada Ms Michele Daly, dan asal Indonesia ada Prof Ir Teuku Faizal Fathani ST MT PhD, Prof Ir Onno Widodo Purbo MEng PhD, dan Prof Ir Sakti Adji Adisasmita MSi MEng PhD. Kami juga kedatangan tamu terhormat, yaitu duta besar New Zealand,” lanjut Syamsul Arifin. Md

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here