325 Mahasiswa Ikuti KKN Multimodel Angkatan 85

Ket foto: Warek Bima (kedua dari kiri) saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, saat pembekalan KKN multimodel angkatan 85 (Foto: Vivi/MT)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untad kembali melaksanakan kegiatan KKN multimodel untuk angkatan 85. Kegiatan yang dibuka wakil Rektor bidang Kemahasiswaan (Warek Bima) di Teater room (14/06) itu, diikuti 325 mahasiswa yang akan ditempatkan di kampus Untad dan 6 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Donggala dan Sigi.

Dalam sambutannya membuka kegiatan tersebut, Warek Bima, Dr Ir Sagaf Jalalemba MP mengatakan bahwa seperti mata kuliah (MK) pada umumnya, KKN juga harus memberikan pembelajaran kepada mahasiswa. Olehnya ia berharap, saat terjun ke lapangan, mereka dapat memanfaatan kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin.

“KKN ini adalah MK juga, tidak beda dengan MK lainnya. Kalau MK berarti ada pembelajaran di dalamnya, tetapi penilaiannya tidak hanya oleh lembaga ini melalui DPL, tapi juga masyarakat, semuanya ini yang menentukan anda lulus atau tidak ber-KKN. Olehnya saya berharap peserta KKN ini tidak main-main, saya berharap anak-anak Tadulako dikenal sebagai anak-anak yang akan mengukir prestasi dan akan diingat oleh masyarakat. Diharapkan semangat dan kekuatan masyarakat di desa bisa tumbuh kembali, bersama-sama menyelesaian problem di desa ketika anda datang dan meninggalkannya setelah KKN,” harap Prof Sagaf.

Dr H Muhammad Rusydi H MSi, selaku Ketua LPPM mengatakan bahwa LPPM berupaya untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan terhadap semua program kerja (proker) mereka, termasuk KKN. Ia berharap peserta KKN dapat belajar dan memberi pelajaran yang baik kepada masyarakat.

“LPPM dalam hal ini sebagai lembaga yang diberikan wewenangan melaksanakan KKN akan terus berbenah, akan terus memperbaiki dan menyesuaikan hal-hal yang dalam perjalanan membutuhan penyesuaian dengan peraturan-peraturan yang terus berubah. Menurut saya KKN ini penting dan spesial, karena dalam kegiatan ini mahasiswa bisa menerapkan ilmunya dan belajar secara multidisiplin. Selain itu, saya rasa penting juga untuk  mensosialisasikan bagaimana berinternet dengan sehat kepada masyarakat, karena selain dampak positif, teknologi internet juga punya dampak negatif,” ujar Dr Rusydi.

Ketua Panitia, Hj Nusia M Yunus SH MH, menyampaikan bahwa KKN multimodel tersebut, terbagi menjadi 3 model KKN yang akan di terapkan di 51 desa dan 2 kelurahan di Kabupaten Donggala dan Sigi, serta Untad, selama 1 bulan.

“Model KKN yang digunakan di angkatan ini ada 3, yaitu pasca bencana, PPM dan bina kampus. Di Donggala ada di 3 kecamatan, yaitu Banawa dengan 2 kelurahan, Kecamatan Sirenja 13 desa dan Kecamatan Sindue 13 desa. Kabupaten Sigi juga terdiri dari 3 kecamatan, yaitu Dolo 2 desa, Marawola 11 desa dan Dolo Besar 12 desa. Untuk KKN PPM diterapkan di kabupaten Donggala kelurahan Kabongan Kecil dan Kabonga Besar, sedangkan di Kabupatn Sigi ada di desa Kadapanga  dan Poboya, selebihnya akan diterapkan KKN pasca bencana. Rencana pemberangkatan pada hari senin (17/06) dan penarikannya di tanggal 16 Juli,” jelasnya. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here