Dosen Kimia FMIPA: Hasilkan Enzim Kitinase Dari Bakteri Khas Air Panas Bora

Dalam Penelitian yang dilakukan Jaya Hardi SSi MSi, bersama Dr Abdul  Rahman Razak MSi Apt, Dr Ruslan MSi, Dr Jusman MSi dan Drs Syaiful Bahri MSi, serta 2 alumni kimiaFMIPA,  Silfa SSi  dan Nur Anisa H. Sulano SSi, berupaya untuk memanfaatkan sumber air panas lokal yang melimpah sebagai habitat bakteri termofilik penghasil enzim kitinase. Enzim tersebut merupakan enzim bernilai jual tinggi dan sangat bermanfaat untuk bidang kedokteran, farmasi, pertanian dan industri.

Apa alasan Bapak mengambil topik penelitian tersebut?

Penelitian ini tentang produksi enzim kitinase dari bakteri yang diperoleh dari sumber air panas. Adapun Topik penelitian yang dipilih adalah Produksi enzim Kitinase dari isolat bakteri termofilik asal air panas Bora dan aplikasinya pada produksi senyawa n-asetil glukosamin. Penelitian ini ditujukan untuk memanfaatkan sumber air panas lokal yang melimpah dan merupakan habitat bakteri termofilik, yang selanjutnya dapat dimanfaatan untuk mendapatkan enzim kitinolitik yang juga bersifat termostabil. Alasan utamanya adalah untuk meningkatkan nilai ekonomi air panas dalam hal ini air panas Bora dalam bidang biokimia dan organik.

Enzim kitinolitik yang dihasilkan dapat berupa kitinase yang memiliki nilai jual tinggi. Enzim ini jika diaplikasikan dalam bidang produksi n-asetil glukosamin dapat dimanfaatkan dalam bidang kedokteran. Selain itu, dengan pemanfaatan sumber air panas atau bakteri termofilik sebagai penghasil kitinase, diharapkan kitinase yang diperoleh memiliki stabilitas termal yang tinggi dan tentunya suatu keuntungan besar utamanya pada aplikasi di industri.

Kitinase merupakan enzim yang digunakan untuk mendegradasi  senyawa Kitin yang banyak dimanfaat pada bidang farmasi, pertanian dan industri makanan. Kitinase sendiri dapat dihasilkan dari beberapa jenis organisme seperti serangga, jamur, crustacea dan bakteri. Nah, salah 1 bakteri yang saat ini mendapatkan banyak perhatian adalah bakteri termofilik, karena kemampuannya yang dapat menghasilkan enzim yang bersifat termostabil, serta tahan pada suhu yang tinggi dan mampu bereaksi dengan cepat. Enzim ini bisa didapatkan dari bakteri yang hidup di tempat yang bersuhu tinggi seperti mata air panas.

mengapa memilih sumber air panas Bora, sebagai tempat untuk mengambil Bakteri termofilik untuk penelitian yang Tim Bapak lakukan?

Indonesia yang banyak memiliki gunung berapi tentunya sejalan dengan melimpahnya sumber air panas, sehingga potensi ke arah isolasi bakteri termofil penghasil kitinase sangat besar. Salah satunya adalah sumber air panas yang dipilih pada penelitian ini, yaitu sumber air panas Bora yang terletak di Kabupaten  Sigi. Kami memilih lokasi tersebut, karena merujuk dari penelitian Bapak Alwi, dosen Biologi FMIPA, kalau di mata air panas Bora terdapat Bakteri termofilik, sehingga lokasi tersebut berpotensi dijadikan sebagai sumber penghasil enzim. Selain itu, untuk sumber air panas Bora sendiri, belum pernah dieksplorasi ke arah penelitian seperti ini, sehingga perlu dilakukan isolasi bakteri asal air panas  tersebut untuk memproduksi Enzim Kitinase, yang diharapkan memiliki aktivitas tinggi dan nilai ekonomi yang lebih tinggi, serta mengaplikasikannya untuk memperoleh senyawa n-asetil glukosamin, yaitu senyawa yang banyak dimanfaatkan untuk mengukur kadar gula dalam darah, suplemen, antiinflamasi dan untuk mengurangi hilangnya hiperpigmentasi.

Upaya apa saja yang Bapak dan Tim Bapak lakukan, untuk mendukung keberhasilan penelitian tersebut?

Upaya yang kami lakukan adalah dengan mengajukan permohonan bantuan hibah penelitian dosen pemula kepada DRPM Kemenristekdikti.  Alhamdulillah diterima selam dua tahun berturut turut dan  alhamdulillah pelaksanaan penelitian berjalan dengan lancer, mulai dari screening bakteri termofilik yang dilanjutkan dengan isolasi bakteri termofilik kitinokitik dan kemudian isolat terpilih digunakan pada produksi kitinase.  Kitinase yang diperoleh dikarakterisasi dan diaplikasikan pada produksi senyawa n-asetil glukosamin menggunakan kondisi optimum kitinase.

Bagaimana hasil yang tim Bapak peroleh dari penelitian tersebut?

Hasil penelitian yang diperoleh alhamdulillah memuaskan.  Kitinase yang diperoleh memiliki aktivitas yang tergolong tinggi dan juga sukses menghasilkan senyawa n-asetilglukosamin. Deteksi kemampuan enzim Kitinase yang dihasilkan dilihat dengan mengukur aktivitasnya dalam mendegradasi substrat digunakan. Hasil. penelitian juga telah diterbitkan di jurnal terindeks SINTA dan telah diseminarkan pada Seminar Nasional.

Apa yang Bapak harapkan dari penelitian tersebut?

Saya berharap penelitian ini dapat terus berlanjut, terutama pada tahap pemurnian enzim. Sehingga enzim kitinase yang diperoleh dapat dikomersilkan dan tentunya akan menjadi unggulan Universitas.  Selain itu,  enzim murni yang diperoleh dapat dimanfaatkan kembali pada produksi yang lebih besar untuk senyawa n-asetilglukosamin yang juga memiliki nilai jual tinggi. Impian terbesarnya adalah semua karya ini dapat diterbitkan pada artikel internasional bereputasi.Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here