Halalbihalal Untad Rektor Baru Untad Harapkan Semangat Kerjasama Civitas Akademika

Ket foto: civitas Akademika Untad saling berjabat salam (foto: Ryan Muhammad/Humas Untad)

Usai menunaikan Shalat Idul Fitri 1440 H di Lapangan Islamic Center, Rektor Universitas Tadulako (Untad) berserta seluruh civitas akademika Untad dan masyarakat Perdos, melanjutkan agenda Halalbihalal di gedung Islamic Center Untad, pada Rabu (05/06). Agenda yang sukses digarap Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Untad, merupakan  Halalbihal pertama Prof Dr Ir Mahfudz MP setelah dilantik sebagai Rektor Untad.

Halal bihalal mengandung arti saling memaafkan. Sesuai pengertiannya, kegiatan tersebut menjadi momen silaturahmi serta maaf memaafkan masyarakat Untad. Memaafkan merupakan sikap mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Dalam sambutannya, pada acara halal bihal tersebut, Prof Mahfudz menyampaikan apresiasinya kepada PHBI yang telah melasanakan acara tersebut. Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan ajang yang sangat baik untuk maaf-memaafkan, mengingat di kesempatan tersebut mempertemukan banyak civitas akademika Untad.

“Pertama-tama saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PHBI, yang telah melaksanakan dengan sukses acara shalat Id yang dirangkaikan dengan Halbihalal ini. Saya kira ini menjadi sesuatu yang sangat luar biasa. Semoga pekerjaan ini menjadi pekerjaan yang ikhlas tanpa pamrih. Hari ini merupakan hari yang sangat membahagiakan kita, ini merupakan momentum yang sangat baik untuk kita saling memaafkan,” ungkapnya.

Prof Mahfudz juga berharap agar di Ramadan yang baru saja berlalu, para civitas akademika mendapatkan kesempatan berharga memperoleh ampunan Allah dan mampu meningatkan ketakwaannya. Begitu pula dengan perayaan Idul Fitri, ia berharap semangat merayakan hari kemenangan tersebut, dapat terus berlangsung dan diaplikasikan dalam kehidupan, terutama untuk pengembangan kampus.

“Alhamdulillah kita telah melaksanakan ibadah puasa selama 1 bulan penuh. Semoga dengan berkah bulan puasa kita bisa mendapatkan rahmat  dari Allah dan insya Allah kita bisa tergolong orang yang mendapatkan predikat takwa, serta tergolong manusia yang kembali suci. Selain itu, yang paling penting menurut saya adalah bahwa semangat Idul Fitri ini, semoga bisa kita implementasikan sebagai warga Untad ke depannya. Terutama atas peran kita yaitu bagaimana mengembangkan Untad agar bisa semakin maju dan semakin baik,” harapnya.

Lebih lanjut, Rektor Untad berharap semangat kerja sama civitas akademika Untad dapat semakin meningkat, sehingga Untad mencapai tergetnya menjadi perguruan tinggi (PT) dengan rangking yang baik. Menurutnya dengan kerja sama yang baik, Untad dapat semakin maju.

“Sekadar informasi untuk kita semua bahwa di bulan Agustus nanti, kita seluruh PT se-Indonesia akan dibuatkan klaster oleh Kemenristedik. Tentu harapan kita, Tadulako dapat masuk dalam klaster yang paling tidak ada pada tingkat menengah. Hal itu bisa terwujud dengan kerja sama kita, dengan kekuatan yang kita miliki insya Allah Untad akan semakin maju. Hal yang penting bagi saya adalah untuk mengembangkan Untad. Untuk itu ada 2 hal yang harus kita prioritaskan yakni dalam internal dan eksternal. Dalam internal, kita harus meningkatkan mutu akademik dan di eksternal, kita berupaya bagaimana rangking universitas berada pada jajaran yang baik,” terangnya.

Ia menyampaikan bahwa peningkatan mutu akademik dapat dicapai, dengan upaya Untad menunjukkan produktivitasnya, sehingga melahirkan alumni-alumni yang berkualitas. Hal tersebut juga dilakukan dengan upaya meminimalkan mahasiswa yang mendapat peringatan masa studi 7 tahun, karena hal tersebut akan menjadi beban bersama.

Dalam kesempatan itu juga, Prof Mahfudz menyampaikan permohonan maafnya atas kesalahan yang mungkin pernah ia dan keluarganya lakukan. Ia pun mengajak seluruh pihak yang hadir untuk melapangkan dada saling bermaafan.

“Pada kesempatan ini saya dan keluarga menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Mungkin saja sebelum dan sejak saya menjadi rektor, banyak hal yang saya lakukan menyakiti hati Bapak dan Ibu semua. Olehnya pada kesempatan ini dengan hati yang tulus saya mohon agar dimaafkan dan pada kesempatan ini saya berharap marilah kita saling memaafkan. Semoga hari raya ini menjadi momentum yang membuka hati kita untuk saling memaafkan, kesal yang ada di hati kita selama ini bisa kita hilangkan, yang kurang baik kita kurangi dan yang baik kita tingkatkan,” ujar Rektor Untad.

Ketua PHBI, Dr Ir H Ramlan MP, menuturkan kegiatan yang mereka laksanakan dibawah tanggung jawab Fakultas Pertanian tersebut, diharapkan dapat mempertemukan dan mempererat silaturahmi antar civitas akademika untuk sama-sama membangun Untad kembali. Ia pun bersyukur, karena di acara tersebut keeratan hubungan mereka semakin terlihat.

“Kami hanya mau menghubungkan seluruh civitas akademika Untad di tempat ini, untuk kita membangun kembali Untad, terutama pasca gempa bumi, tsunami dan likuifaksi. Alhamdulillah, semangat civitas akademika Untad sangat terlihat, ratusan jama’ah dari civitas akademika untad hadir di sini. Sangat terlihat keeratan, walaupun Untad dari segi bangunan hancur pasca bencana kemarin, tetapi hati tetap semangat dan tidak hancur,” tutur Dr Ramlan.Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here