Hari Donor Darah Sedunia Ketua eLSAM MIPA : Mendonor Darah Itu Asik

Ket. Foto : Moh. Al Gifari Anwar (dok. Pribadi)

Jumat (14/06) diperingati sebagai hari donor darah sedunia, mengangkat tema Darah Aman Untuk Semua, Ketua eLSAM, Moh. Al Gifari Anwar,  mengajak seluruh masyarakat terkhususnya mahasiswa agar melakukan aksi sosial seperti donor darah.

Ketua eLsam, Moh. Al Gifari Anwar, mengatakan bahwa sangat penting dalam melakukan donor darah, karena bisa mendatangkan pahala. “selain menolong antar sesama dan mendapatkan manfaat kesehatan kita juga mendapatkan pahala,” ucapnya.

Gifar, sapaan akrabnya, mengaku masih banyak kawan-kawannya yang enggan untuk donor darah, namun pihak eLSAM terus berusaha meyakinkan mereka.

“Walaupun banyak manfaatnya, tapi masih banyak teman teman mahasiswa yang enggan mendonorkan darahnya, karena alasan takut jarum donor yang besar, tidak tahu golongan darah, dan lain sebagainya, kami terus berupaya dan meyakinkan teman-teman yang mempunyai stetmen seperti itu dengan memberitahukan manfaat dan hal-hal yang didapatkan apabila mendonorkan darah,” tuturnya.

eLSAM  sendiri merupakan salah satu lembaga di MIPA yang bergerak dalam aksi peduli, dan merupakan lembaga yang tiap tahun selalu rutin dalam melakukan aksi donor darah. Dengan memasukkannya kedalam program kerja, Proker tersebut dilaksanakan minimal dua kali dalam satu periode.

Lebih lanjut Al-gifari menjelaskan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) sering kehabisan stok darah sehingga program tersebut memang wajib diadakan secara rutin.

“Kita tahu sendiri banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan darah pasca operasi atau sebab lain misal kecelakaan, tetapi seringkali persediaan darah di PMI itu kosong, maka dari itu kami sebagai lembaga yang berbasis kepedulian antar sesama, respect akan hal itu  dan berupaya meminimalkan kekosongan stok darah apabila dibutuhkan,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, seperti yang lansir oleh suara.com, World Health Organization, juga menerangkan hal yang sama. “ Donor darah sangat penting untuk perawatan, wanita dengan kehamilan dan persalinan terkait perdarahan, anak-anak anemia berat, pasien kelainan darah dan sumsum tulang, kelainan bawaan hemoglobin, kondisi defisiensi imun, cedera traumatis, bencana, kecelakaan, hingga pasien bedah, “ tulis WHO dalam situs resminnya.