Kolaborasi Kemendesa, Shopee, dan Untad hadirkan Workshop Literasi E-commerce untuk daerah tertinggal

Ket Foto: Saat berlangsungnya pembukaan (Dok. Panitia Kemendesa)

Rabu (29/05), bertempat di Lantai II Gedung IT Center, Kementrian Desa menggelar Literasi E-commerce dengan menggunakan marketplace sebagai media penjualan berbasis online. Dengan bekerja sama dengan Untad, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan masyarakat yang telah memiliki produk yang siap dipasarkan namun masih kesulitan mencari pasar kepada pemasaran sistem digital melalui marketplace.

Pimpinan Dahlia, Mahdiannoor Artati, mengatakan bahwa tujuan utama agenda ini adalah mengenalkan masyarakat yang telah memiliki produk yang siap dipasarkan namun masih kesulitan mencari pasar kepada pemasaran sistem digital melalui marketplace.

Dengan melihat bahwa jaringan internet telah sampai ke pedesaan, masyarakat yang mempunyai produk namun sulit dalam pemasaran, sekarang bisa melalui marketplace. Sehingga memang output yang diharapkan, masyarakat memahami bagaimana memanfaatkan marketplace untuk menjual produk mereka dan memahami teknis dalam melakukan transaksi penjualan melalui marketplace yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pelatihan e-commerce di daerah tertinggal yang bekerja sama dengan Shopee ini meliputi, pengenalan bisnis secara digital dan pengenalan marketplace kepada masyarakat. Selain itu, dalam pelatihan juga diberikan praktik langsung untuk memulai proses go-online produk dan bagaimana membuat produk mereka terlihat lebih menarik di mata konsumen.

Untad yang merupakan salah satu Universitas yang berada di daerah tertinggal sangat cocok untuk diadakan pelatihan seperti Literasi e-commerce ini.

“Dengan melihat kawasan di daerah Sulawesi Tengah masih banyak yang tertinggal, kami berharap mahasiswa serta para civitas akademik di Universitas Tadulako agar dapat kembali mensosialisasikan pelatihan ini di berbagai daerahnya masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Sri wahyuni, salah satu peserta Workshop tersebut mengaku pelatihan seperti ini sangat berguna bagi masyarkat, karena walaupun belum memiliki produk paling tidak rasa berwirausaha bisa tumbuh sehingga dapat mengurangi pengangguran yang ada di desa.

“Saya rasa pelatihan seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat di pedesaan, walaupun tidak ada produknya, paling tidak dapat membangkitkan jiwa wirausaha mereka, karena seperti yang kita tau, sekarang internet sudah sampai ke desa, sehingga setiap orang bisa menjual barangnya dengan mudah,” ungakpnya. AFT

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here