Shalat Idul Fitri Untad Prof Dr Rusli: Kita Senantiasa Suci Hati

Keterangan Foto: Prof Dr Rusli SAg MSoc Sc menyampaikan khutbah salat ied (Rian/Humas Untad)

Dihadiri Rektor Untad dan keluarga, seluruh civitas Universitas Tadulako (Untad), masyarakat sekita Untad kembali menggelar shalat Idul Fitri 1440 H di lapangan Islamic Center Untad, pada Rabu (05/06).

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri kali ini, oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) mempercayakan pada Fakultas Pertanian (Faperta) dan Unit Pengkajian Islam Mahasiswa (LDK UPIM) untuk mengkordinir segala persiapan.

Pada prosesi sakral seluruh umat Islam di dunia itu, bertindak sebagai Imam, Drs H Andi Baso Bado, dan  Prof  Dr Rusli SAg MSoc Sc, Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu sebagai Khatib, dengan tema khutbahnya, “Meraih Kesucian Dengan Meneladani Sifat Quddūs dan Jamīl-Nya Allah.”

Dalam penyampaian khutbahnya, Prof Rusli mengatakan bahwa, kata “Fitri” dalam analisis bahasa Arab, mengandung makna kesucian dan keindahan, sehingga Iedul Fitri berarti kembali kepada kesucian dan keindahan.

“Ketika kita diperintahkan untuk meniru akhlak Allah ini, berarti kita diperintahkan untuk senantiasa suci hati dan selalu menyucikan hati. Mengapa harus hati? Karena bagus tidaknya sikap dan perbuatan manusia tergantung sejauh mana hati ini terkondisikan. Jika hati bagus, yang memancar dari diri kita adalah kebaikan dan keindahan,” jelasnya.

Ia menyampaikan, bahwa sebagai seorang muslim kita diperintahkan untuk berakhlak dengan sifat Qudus (Suci) Allah. Sifat yang Menyiratkan kepada sucinya Allah dari segala sifat kekurangan dan keburukan, serta dari segala sesuatu yang menghilangkan kemuliaan dan keagungan Allah.

“Meniru sifat jamīl Allah ini dapat dilakukan dalam 2 hal. Pertama, jamīl al-maẓhar, badan kita selalu terlihat bersih dari najis dan kotoran sebagai bentuk kesyukuran atas nikmat dari Allah. Kedua, jamīl al-af‘āl, yaitu lisan yang selalu berkata jujur, tidak pernah menggunjing, memfitnah, mengadu domba dan tidak pernah menyakiti perasaan orang lain, saling membantu dan seluruh anggota tubuhnya dihiasi dengan taat kepada Allah,”imbuhnya.

Lebih lanjut, Prof Rusli mengungkapkan bahwa sebenarnya moralitas agama yang paling mengesankan dalam kehidupan manusia yaitu menolak kejahatan dengan kebaikan, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad. Selain itu, ia pun mencontohkan kisah Maryam, wanita berhati suci yang tertulis di dalam Al-quran.

Ditemui usai shalat Idul fitri, Ketua LDK UPIM, Moh Ikwaldi mengatakan dengan terlibatnya LDK UPIM dalam kegiatan tersebut, memberikan kesempatan bagi mereka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Untad. Ia pun berharap, melalui kesempatan itu pula akan lebih mudah menjalin hubungan dengan pihak birokrasi.

“Ini adalah momentum untuk kita berhikmat. Baiknya UPIM dipercaya untuk melayani civitas akademika untad. Saya harap kami juga dapat jaringan yang lebih luas, karena kami tergabung sebagai pelaksana teknis dan ada hampir di semua divisi di kepanitiaan ini,” tuturnya. Vv