Bekerja Sama dengan Kemenristek Dikti, Untad Akan Kembangkan Peternakan Sapi Donggala

Keterangan Foto: Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP (tengah), bersama Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristerdikti Dr Ir Jumain Appe (keenam dari kanan) beserta unsur pimpinan untad, usai konferensi pers di gedung Rektorat Untad (Foto: Muhammad Ryan, S.Ak)

Senin (01/07) – Universitas Tadulako (Untad) bersama Kemenristek Dikti dan Dinas Peternakan Sulteng lakukan pertemuan awal, terkait kerja sama pengembangan plasma nutfah Sulteng. Pertemuan diadakan di lantai dasar gedung rektorat Untad.

Kemenristek Dikti yang diwakili oleh Dirjen Penguatan Inovasi, Dr Ir Jumain Appe MSc menyampaikan bahwa pertemuan kali ini dimaksudkan untuk melakukan salah satu program inovasi di bidang peternakan. Yakni pengembangan sapi Donggala. Sapi yang merupakan plasma nutfah asli Sulteng.

“Dalam pertemuan awal ini, kita membahas persiapan program inovasi di bidang peternakan. Kita ingin ikon Sulawesi Tengah dihidupkan kembali, terutama sapi Dongala yang kita tahu bersama bahwa sapi Donggala adalah plasma nutfah Sulteng dan ini sudah sangat terkenal,” ujar Jumain Appe.

lebih lanjut Jumain Appe mengatakan bahwa program ini sebagai pendidikan berbasis industri yang diharapkan akan memberi dampak perbaikan ekonomi bagi masyarakat. Sebab hasil pangan dari peternakan berupa daging, memiliki nilai jual yang tinggi.

“Di tahun pertama ini, kita merancang pendidikan berbasis industri, lebih khusus di bidang peternakan. Karena kita tahu, peternakan ini merupakan salah satu sumber pangan yang hasilnya bernilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga bisa memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Menyahuti keinginan dari Dirjen Penguatan Inovasi, Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP telah menyiapkan langkah-langkah untuk penggarapan program pengembangan sapi Donggala. Peternakan direncanakan akan dilakukan di daearah Sibalaya.

“Untuk tahap pertama, akan diternakkan sebanyak 30 ekor sapi. Alhamdulillah kita telah melakukan penggusuran dan sudah tersedia kurang lebih 10 Ha. Lahan ini akan ditanami kelor sebagai pakan ternak. Untuk kandangnya, kita juga sudah punya. Kedepannya kita akan perluas lahan tersebut,” tutur Prof Mahfudz.

Selain itu Prof Mahfudz juga menyampaikan gagasannya terkait investasi dari pimpinan universitas. Ia berkeinginan adanya koperasi pimpinan untuk membantu pengembangan peternakan sapi Donggala.

“Setelah ada titik terang ini, saya akan coba tawarkan ke unsur pimpinan untuk berinvestasi secara personal. Paling tidak satu ekor sapi satu pimpinan. Harapannya bisa ada koperasi pimpinan sebagai mitra nantinya,” tutup Rektor. RAM

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here