Bupati Donggala, Drs Kasman Lassa MH Daftar S3 Pasca Diwisuda

Keterangan Foto: Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP saat mengukuhkan Bupati Donggala, Drs Kasman Lassa MH (foto: Ray Foto)

Bupati Donggala, Drs Kasman Lassa MH, langsung mendaftarkan dirinya di Untad untuk studi Doktoral atau S3, pasca diwisuda Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP pada wisuda Lulusan ke 97 Universitas Tadulako (Untad) di Jodjokodi Convention Center (JCC), pada Sabtu (29/06).

Ditemui di kediamannya, di BTN Roviega, Bupati Donggala menuturkan telah mendaftarkan dirinya di Untad untuk studi Doktoralnya. “Kemarin waktu selesai wisuda saya langsung mendaftar S3, dan telah mengikuti ujian masuk program S3 di untad. Saya tes ujian dan diuji langsung oleh beberapa Profesor dari Makassar dan Doktor ahli hukum yang ada di Universitas Tadulako,” tutur Drs Kasman Lassa.

Ketika mendaftarkan dirinya pada program S3, ia memiliki prinsip bahwa pendidikan itu sangat penting, pendidikan lebih bernilai daripada materi. Olehnya itu ia mendorong anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan.

“Anak pertama saya rick syeh ali saputra, sementara melanjutkan pendidikan S3, sedangkan yang kedua, Widya Kastrena LRTP Dharma Sidha, telah meyelesaikan S2 nya di MAP Untad dan bersamaan kemarin saya wisuda, serta yang ketiga Hajar Anna Tri Reskita masih sementara kuliah di jurusan kedokteran dan tidak lama lagi selesai. Jadi saya selalu menekankan kepada anak-anak saya bahwa pendidikan sangat penting untuk masa depan mereka,” ungkapnya.

Drs Kasman Lassa juga mengatakan bahwa dengan adanya gelar tambahan, tentu bukan hanya sekadar gaya-gayaan, melainkan harus dipahami dan diimplementasikan. “Apalagi saya sebagai kepala daerah, tentu dalam setiap membuat kebijakan dan keputusan dapat di implementasikan gelar yang saya dapatkan ini, sebab saya menyelesaikan S2 saya di Fakultas Hukum,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya gelar baru, pengetahuan dan ilmu-ilmu yang ia dapatkan dapat semakin bermanfaatuntuk kemajuan daerah. “Mudah-mudahan dengan adanya gelar baru ini, pengetahuan dan nilai-nilai ilmu pengetahuan tersebut dapat membantu masyarakat banyak untuk lebih baik kedepannya, dan dapat menerapkan pengetahuan untuk kemajuan daerah, baik untuk Kabupaten Donggala maupun Sulawesi Tengah pada umumnya. Selain itu semakin tinggi pendidikan seseorang bukan berarti membuat seseorang itu menjadi sombong, tetapi justru lebih tinggi pendidikan seseorang akan semakin bijak, seperti “padi, semakin berisi semakin menunduk”. Semakin tinggi pendidikan seseorang semestinya semakin banyak berguna dan bermanfaat bagi orang lain,” harap Bupati Donggala.

Drs Kasman Lassa yang diyudisium pada bulan Mei, mempertanggungjawabkan tesisnya yang berjudul,” Tanggung Jawab Kepala Daerah Dalam Penanggulangan Bencana Di Daerah”.

Pada wisuda kali ini, Untad melepaskan 1.025 lulusan yang berasal dari: Pascasarjana program studi multidisipliner 12 orang; Fakultas Kedokteran 17 orang; FISIP 144 orang; FH 123 orang; FKIP 372 orang; FT 45 orang; FKM 27 orang; Fapetkan 54 orang; FMIPA 56 orang; Fekon 74 orang; Fahut 29 orang; Faperta 71 orang.

Dari lulusan tersebut, beberapa di antaranya menunjukkan prestasi akademik, yakni Maddukelleng MSi, Program Doktoral Ilmu Sosial, menyelesaikan pendidikan selama 2 tahun, 8 bulan, 5 hari, IPK 4,00 (Predikat Pujian). Untuk jenjang Magister diraih oleh I Wayan Salendre, dari program Ilmu Pertanian dengan lama pendidikan 1 tahun, 9 bulan, 7 hari, IPK 3,99 (Predikat Pujian). Dan untuk jenjang S1, diraih oleh Harmawati, program Pendidikan Kewarganegaraan dengan IPK tertinggi, 3,95. Untuk wisudawan tercepat disandang oleh Ni Made Lila Antolis dari Fapetkan, masa studi 3 tahun, 5 bulan dan 21 hari. Sedangkan wisudawan termuda disandang oleh Isra Miraj dari FKIP PG PAUD, dengan usia 20 tahun, 1 bulan, dan 12 hari.

Prof Dr Ir Mahfudz MP dalam pesan alamamaternya menyampaikan kepada para wisudawan angkatan 97, agar ketika telah terjun di tengah masyarakat, harus mengembangkan semua potensi dan talenta yang dimiliki. Karena bangsa ini membutuhkan generasi muda yang futuris dan selalu mampu membangun kerja sama dalam kebersamaan.

“Kalian adalah permata Tadulako, Kokoh hatinya, tajam tatapannya, dan brilian gagasannya namun tetap menghargai orang-orang yang sudah mendidik dan membesarkannya. Dan ingatlah selalu bahwa di atas langit masih ada langit. Maka selalu rendah hatilah kalian, namun tetap optimis menjadi yang terdepan,” pesan Prof Mahfudz.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Mahfudz mengucap selamat kepada para wisudawan dan orang tua pendamping yang hadir.

“Tiada kata yang lebih indah, kecuali ucapan selamat bagi seluruh lulusan yang akan dilepas hari ini ke tengah-tengah masyarakat sebagai putera puteri terbaik, mulai dari lulusan jenjang Diploma, Srata Satu, hingga Strata Tiga, serta program Profesi Dokter. Ucapan selamat juga saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu para orang tua yang hadir hari ini mendampingi putera dan puteri kebanggaan keluarga, guna menyaksikan prosesi wisuda,” ucap Rektor.

Pada kesempatan yang sama pula, diwakili oleh Muhammad Nizam, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Gubernur Sulawesi Tengah dalam sambutannya juga mengucap selamat kepada para wisudawan.

“Atas nama pribadi dan atas nama pimpinan tertinggi Sulawesi Tengah, dengan bangga saya ucapkan selamat kepada saudara semua yang telah menyelesaikan studi.  Semoga saudara-saudara yang diwisuda hari ini mampu memenuhi panggilan negeri untuk berjuang di masyarakat dengan pengabdian, pendidikan dan penelitian sesuai dengan filosofi Tri Darma Perguruan Tinggi,” ucapnya. RAM

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here