Empat Mahasiswa Untad Wakili Sulteng dalam GBN

Ket. Foto: mahasiswa perwakilan Sulteng pada GBN, Ramroy Gunawan, Nuasa Abita Mbaloto, Ketsia Beatrix dan Moch Noer Fajri (Dari kiri ke kanan) ( Foto: dok. narasumber)

Empat mahasiswa Universitas Tadulako (Untad), terpilih mewakili Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, setelah lulus audisi tingkat Provinsi di Gedung Audit Dinas Pendidikan Sulteng,  pada Rabu-Kamis (10-11/07).

Moch Noer Fajri Amir Sidik Lamporo (FKIP) dengan jenis suara Tenor, Nuasa Abita Mbaloto (FKIP) dengan jenis suara sopran, Ketsia Beatrix (FATEK) dengan jenis suara alto, dan Ramroy Gunawan dengan jenis suara bass (FATEK) dinyatakan lolos audisi dari puluhan peserta yang mendaftar.

“Saya merasa campur aduk antara sedih dan senang saat dinyatakan lolos audisi GBN, karena saya pribadi sudah mengikuti audisi dua kali sebelumnya pada tahun 2016 dan 2018. Saya kembali mencoba di tahun ini dan Alhamdulilah saya bisa lolos audisi,” ungkap Fajri.

Fajri menjelaskan bahwa para peserta yang lolos, akan tampil mewakili tiap Provinsi pada acara kenegaraan di Gedung DPR/MPR-RI dan pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2019.

“Tentunya suatu kebanggaan sendiri bisa terpilih dan akan tampil dalam upacara peringatan kemerdekaan negara kita. Apalagi ini merupakan impian banyak orang,” tutur Fajri yang juga anggota dari Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Untad.

Senada dengan Fajri, Ketsia mengungkapkan kalau sejak dulu minat untuk mengikuti audisi GBN sudah ada dan GBN merupakan salah satu cita-cita yang diimpikan sejak dulu.

“Dari dulu sudah sering nonton di TV nasional waktu acara 17 Agustus, pasti selalu perhatikan paduan suaranya, mulai dari situ tumbuh minat untuk join paduan suara, 2014 belum berhasil dan tahun ini dicoba lagi dan puji Tuhan lolos,” tutur Ketsia.

Fajri dan Ketsia berharap agar GBN dapat menjadi langkah awal dalam membangun prestasi mereka di paduan suara dan dapat mendapat kesempatan di jenjang yang lebih tinggi sepeti Indonesia Youth Choir (IYC).

“Buat teman-teman diluar sana jangan berhenti bermimpi dan terus berproses, jangan pernah ragu dalam mencoba serta mengejar apa yang diimpikan, percaya kalau hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha,” tutup Fajri. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here