FATEK Beri Pemahaman Akademik Lewat Himpunan

Ket Foto: Berlangsungnya materi yang dibawakan oleh Amar Afriansyah, mahasiswa arsitektur Untad angkatan 2015 (Dok. Divisi Infokom HIMA ART’lie)

Integrasi dan Orientasi 2018 (Interior 18) yang diselenggarakan oleh HIMA ART’lie ( Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Tadulako) ini dihadiri oleh para jajaran pimpinan serta alumni mahasiswa arsitektur. Kegiatan yang ditujukan kepada mahasiswa 2018 ini bertujuan untuk memahami lembaga sebagai pendukung akademik, pada Kamis-Minggu (11-21/07) bertempat di Auditorium Fakultas Teknik.

Kegiatan yang dilaksanakan selama hampir dua minggu ini terbagi atas tiga rangkaian kegiatan, dimana pada tanggal 11-18 Juli dilaksanakan prainterior dan dilanjutkan interior 18, dan pengawalan pada 19-21 Juli 2019. Muhammad Ghifar, Ketua Umum HIMA ART’lie, mengatakan bahwa Interior 18 yang rutin diadakan tiap tahun ini juga merupakan salah satu proses penerimaan anggota himpunan.

“Kegiatan Integrasi dan Orientasi 2018 (interior 18) ini, merupakan kegiatan penerimaan anggota Himpunan Mahasiswa Arsitektur Tadulako, dengan proses memberikan pemahaman akan kelembagaan dan keilmuan arsitektur kepada peserta. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahap yaitu prainterior, interior, dan terakhir pengawalan,” ucap Ghifar.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk lebih memberikan pemahaman ilmu arsitek serta kelembagaan. “Tujuan dari kegiatan ini yaitu agar dapat menjadikan mahasiswa atau peserta kegiatan lebih dalam memahami keilmuan arsitektur, dan juga  arti kelembagaan itu seperti apa,” tuturnya.

Ghifar menyampaikan harapan melalui kegiatan ini agar dapat mengubah mindset negatif mengenai lembaga. “Saya berharap dari kegiatan, dapat mengembalikan ketertarikan mahasiswa, dan dapat merubah pandangan mahasiswa terhadap sebuah lembaga bahwa kita berproses dalam suatu lembaga demi menunjang soft skill kita sendiri,” ucap Ghifar.

Sejalan dengan itu, Arman, Ketua Panitia, mengaku bahwa kegiatan Interior 18 ini lebih difokuskan tentang akademik. “Biasanya orang-orang berpikir bahwa lembaga itu menjadi penghalang atau menjadikan IPK kita turun, padahal di lembaga lah diajarkan bagaimana kita mengasah soft skill kita guna membantu dalam skill akademik kita di kelas,” imbuhnya.

Ia menyebutkan bahwa HIMA ART’lie lebih mengutamakan kebutuhan sesungguhnya para calon anggota mereka. “Sekarang ini kami lebih mengutamakan apa kebutuhan peserta dalam artian mahasiswa 2018, agar tidak ada statement yang mengatakan bahwai himpunan lah atau organisasi lah yang menyebabkan turunya IPK mereka,” tutur Arman, mahasiswa angkatan 16 tersebut. AFT

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here