FGD Persiapan Pendirian Prodi Sistem Informasi FATEK UNTAD

Ket foto : penyampaian materi oleh BMKG (Foto: dok. panitia)

Dalam upaya pemantapan pendirian program studi (Prodi) Sistem Informasi, jurusan Teknologi Informasi melaksanakan focus group discussion (FGD) dengan tema “Peranan Tenologi Informasi di Era Revolusi Industri 4.0 Guna Mendukung Percepatan Pembangunan di Sulteng”. FGD yang menghadirkan BMKG, BPBD, KEMKOMINFO Sulteng, Telkom dan alumni Teknologi Informasi itu, berlangsung di ruang Senat FATEK, pada Selasa (09/07).

Yusuf Anshori ST MT selaku ketua jurusan Teknologi Informasi mengatakan, bahwa pendirian Prodi tersebut dilatarbelakangi oleh bencana yang melanda Sulteng 28 September yang lalu, dengan melihat sangat kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penanganan bencana tersebut. Ia pun menyampaikan bahwa Prodi baru itu, sudah memiliki banyak persiapan untuk segera menerima peserta didik di tahun mendatang.

“Dengan kejadian kemarin, kita menjadi laboratorium besar masalah kebencanaan. Tapi sayangnya sistem dan SDM kita masih kurang. Akhirnya kami mencoba untuk mendirikan prodi ini, dengan harapan bisa menutupi kebutuhan SDM. Untuk persiapan program studi, SDM kami sudah siap, kami sudah punya 4 Doktor, ditambah Master 20 orang. Dari sisi sarana dan prasarana juga sudah memadai,” ungkapnya.

Ketua panitia FGD, Syaiful Hendra SKom MKom menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut selain untuk memenuhi persyaratan borang, juga untuk mendapatkan masukan dari Stakeholder terkait. Ia pun menuturkan melalui FGD, mereka akan lebih mengetahui kualifikasi alumni yang dibutuhkan.

“Dipersyaratan borang harus ada dukungan dari Stakeholder. Selain itu, kami juga ingin mendengarkan masukan dari mereka. Juga untuk memperkaya kurikulumnya nanti, karena di perkuliahan tidak hanya sebatas teori, tetapi juga praktis. Nah pandangan praktisnya itu dilihat dari mereka. Selanjutnya, untuk memperjelas arah konsentrasi, karena di prodi sistem informasi ini, akan kami bagi menjadi 2 konsentrasi, yaitu sistem informasi kebencanaan dan sistem informasi interprize. Terakhir kami ingin melihat kebutuhan mereka tentang kualifikasi alumni,” terangnya.

Ia berharap prodi ke-2 setelah prodi informatika di jurusan teknologi informasi itu, dapat menjadi kontribusi mereka dalam pembangunan nasional, terutama di Sulteng dan membantu dalam mitigasi kebencanaan.

Salah seorang petugas prakiraan cuaca BMKG Palu menyampaikan, bahwa Indonesia terutama kota Palu memiliki topografi yang kompleks, yang membuatnya memiliki pola cuaca dengan ciri khas sangat unik. Sehingga tidak dapat disamakan dengan wilayah lainnya, terutama untuk potensi bencana alam. Akan tetapi, pengetahuan kebencanaan dan kemampuan adaptasi, dapat menjadi upaya untuk meminimalisir korban

“Ada berbagai jenis bencana yang bisa terjadi, diantaranya gempa dan tsunami, ini karena di Palu terdapat sesar aktif yang dikenal dengan sesar Palu-Koro, yang merupakan sesar teraktif ke-2 di dunia. Tapi saya percaya kalau ada infrastruktur yang tahan gempa dan masyarakat sudah tahu harus kemana saat terjadi, korbannya bisa diminimalisir,” tandasnya. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here