FISIP Terapkan Pemberlakuan Sistem “Kinerjaku Berbonus”

Ket foto: workshop dan sosialisasi instrumen serta standar opersional prosedur kinerjaku berbonus (Foto: dok. Panitia)

Fisip Untad memberlakukan sistem bonus, bagi staf yang memiliki kinerja di atas standar kerja yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan tersebut disampaikan dan mulai diterapkan, dalam workshop dan sosialisasi instrumen serta standar operasional prosedur kinerjaku berbonus, di Aula Fisip pada Minggu (14/07).

Dra Samsiar selaku pencetus ide tersebut mengatakan, bahwa hal tersebut dilatarbelakangi oleh tugasnya dalam diklat 3, serta keprihatinan akan kinerja pegawai yang masih banyak belum mencapai standar yang diharapkan. Ia menjelaskan, hal tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja pegawai, terutama yang berada di fakultasnya.

“Kebetulan saya lagi diklat tim 3, di sana kami diminta untuk melakukan inovasi atau perubahan di tempat tugas kami. Sehingga saya mengambil inisiatif karena melihat kinerja pegawai, saya berpikir bagaimana cara untuk meningkatkan kinerja pegawai supaya lebih optimal dan termotivasi lebih giat melakukan pekerjaannya. Maka saya sampaikanlah ide “kinerjaku berbonus” ini kepada Pak Dekan,” jelasnya.

Ia mengatakan, bahwa ide tersebut mendapat respon yang baik dan dukungan dari Dekan Fisip, Dr Muhammad Khairil SAg MSi. Dalam sistem kinerjaku berbonus, pegawai yang memiliki kinerja yang baik dan bahkan melebih SKP (Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai) yang ditetapkan pemerintah, maka berhak mendapatkan bonus dari fakultas.

“Apabila pegawai melakukan pekerjaan melebihi dari standar dari kementrian yang sudah diatur, mereka kami berikan bonus. Bonusnya berupa upaya peningkatan SDM. Di workshop, Pak Dekan menyampaikan bahwa beliau akan menyiapkan fasilitas, seperti pelatihan agar mereka lebih kreatif dan lebih baik lagi kedepannya, sehingga dapat bekerja dengan maksimal,” tutur KTU Fisip itu.

Lebih lanjut Dra Samsiar mengatakan, kebijakan kinerjaku berbonus mendapat respon yang sangat baik dari berbagai pihak. Guna mendukung sistem tersebut, ia juga mengatakan bahwa staf yang bekerja tidak memenuhi standar, juga tidak akan luput dari perhatian.

“Ternyata kebijakan ini banyak yang menyetujuinya, baik dari pihak bawah maupun pihak universitas yaitu Pak Rektor. Selain itu kalau ada yang kinerjanya kurang dan tidak memenuhi standar, tentunya kami akan memberikan pembinaan secara face to face dan akan menanyakan masalah apa yang mereka hadapi sehingga kinerjanya kurang,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia manyampaikan bahwa dalam pelaksanaannya, setiap pegawai diwajibkan untuk mengisi lembar kerja yang diberikan secara daring. Kinerja pegawai akan dinilai melalui lembar kerja tersebut oleh setiap kasubag dan nilainya akan disampaikan pada pegawai yang bersangkutan, setiap 3 bulan sekali. Ia menambahkan, bahwa tidak hanya hasil kerja, tetapi kehadiran juga akan menjadi poin penting dalam penilaian tersebut.Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here