Merawat Indonesia Dengan Karakter Luhur

“…bahwa membangun suatu Negara, membangun ekonomi, teknik, pertahanan, adalah pertama-tama dan pada tahap utamanya membangun jiwa bangsa…”

Pesta demokrasi usai dihelat dengan segala hal yang belum tuntas, gugat menggugat. Rakyat Indonesia telah bersama menggunakan hak pilih untuk menentukan pemimpin dan para wakil rakyatnya. Ada yang kecewa juga ada yang bahagia. Semua adalah konsekuensi dari pilihan masing-masing.

Kita tentunya paham bahwa dalam setiap kompetisi akan ada pemenang dan akan ada yang kalah. Sayangnya situasi menang dan kalah ini dimanfaatkan dan dipolitisasi oleh mereka yang tidak menginginkan persatuan di bumi Nusantara ini. Politik Devide Et Impera nampak dimainkan di negeri ini.

Ironisnya, para kaum terpelajar ikut terserang dan seolah tanpa benteng menghadapi serangan ini. Realitas yang seperti ini membuat kita harus curiga, mungkin ada yang terlupa dari proses pendidikan kita. Character building mungkin saja tidak begitu kokoh terbentuk dalam diri-diri kita. Dengan mudahnya termakan bahkan ikut menyebarkan hoaks, terserang fanatisme berlebihan serta mudah terprovokasi. Akhirnya situasi Indonesia menjadi cukup menyedihkan.

Perbedaan-perbedaan pilihan politik mesti disikapi bijak oleh kita semua. Jika ada upaya pecah belah yang digencarkan, harusnya kita menangkal hal tersebut. Telah termaktub dalam landasan Negara kita pada sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Olehnya, dalam segala situasi, nilai-nilai persatuan patutnya mampu terejawantahkan.

Lupakan persoalan menang dan kalah, tetaplah menjadi bangsa yang besar yang mampu bersatu dalam banyaknya perbedaan. Kita hanya perlu terus belajar sebagaimana Drs Kasman Lassa sampaikan. Ia baru saja dikukuhkan sebagai sarjana magister (29/06), dan menginginkan ilmunya bermanfaat untuk daerah yang dipimpinnya. Sehingga bangsa kita tetap memiliki orang-orang terbaik, yang sama-sama bertanggung jawab atas kecerdasan bangsanya. Sebab mencerdaskan suatu bangsa, bukan hanya tugas segelintir orang.

Undang-undang mengamanatkan pada Negara untuk mencerdasakan kehidupan bangsa. Kecerdasan yang tidak terbatas pada kecerdasan pribadi yang terukur (IQ) saja tetapi kecerdasan yang bersifat publik. Dan Universitas menjadi salah satu bagian dari mencerdaskan kehidupan bangsa.

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here