Moh Ricky Arisandi, Wakili Untad Di Ajang Lomba Riset Sawit Nasional

Ket foto: foto bersama tim lomba riset sawit Untad, Mo. Ricky Arisandi, Sulfitri S.Si, Chaullah S.Si (kiri-kanan) (Dok Moh Ricky Arisandi)

Mahasiswa Jurusan Kimia, Moh. Ricky Arisandi bersama tim, berhasil lolos dalam 30 finalis lomba riset sawit yang digelar oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Program yang bertujuan mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan ini dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu (12-13/07) di IPB International Convention Center (IICC), Botani, Bogor Jawa Barat.

Seperti yang dilansir pada situs resmi BPDP, bpdp.or.id, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) membuka kembali Program Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa 2019 dalam rangka dukungan pendanaan untuk mahasiswa di Perguruan Tinggi di Indonesia. Program ini bertujuan untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, minat, serta kreatifitas mahasiswa untuk dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan.

Moh. Ricky Arisandi, Ketua Tim Lomba Riset Sawit yang mewakili Untad mengaku sangat bangga saat risetnya dinyatakan lolos oleh Panitia Lomba.

“Lomba ini yang mengadakan dari kementerian keuangan, badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit, dalam bidang pengembangan riset, dimana lomba ini diawali dengan mengirimkan proposal kemudian diseleksi, hanya 30 proposal yang didanai dari 300 lebih proposal yang diterima, alhamdulillah Untad masuk di dalamnya dan tentunya didanai penelitiannya sebesar 20 juta,” ucap Ricky.

Ia juga menyampaikan bahwa sistem lomba yang dilaksanakan sama seperti lomba PKM pada umumnya. “Sistem lombanya ya kurang lebih seperti PKM. Di bulan agustus 2018, diadakan kickoff meeting di bogor, lanjut bulan februari adalah monev di jogja, kemudian ini rangkaian final riset sawit nya,” tuturnya.

Ricky mengaku mengambil judul riset “Pemanfaatan Arang Aktif Dari Pelepah Kelapa Sawit Teraktivasi HCl Sebagai Penyerap Zat Warna Limbah Cair Industri Batik Bomba Sulawesi Tengah” karena memiliki manfaat terhadap lingkungan.

la melanjutkan ingin memperkenalkan batik Bomba khas Sulawesi tengah di kancah nasional. “Sebenarnya tujuan utama saya mengambil judul riset ini yaitu ingin memperkenalkan batik bomba di nasional agar lebih dikenal lagi, tentunya dengan memperhatikan buangan limbah batik bomba tersebut. Karena warga sekitar industri terkena pencemaran dari limbahnya. Untuk mengatasinya saya lakukanlah penelitian ini,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Chairullah SSi, salah satu anggota tim, menyampaikan bahwa penelitian tersebut dinilai sangat bagus karena dapat mengatasi masalah lingkungan di daerah sendiri. “Risetnya sebenarnya biasa saja, namun karena kita mengambil limbah yakni pelepah kelapa sawit untuk dijadikan solusi dalam mengatasi limbah juga, dalam artian limbah batik bomba, untuk itulah penelitian ini sangat bagus,” ucap ilung, sapaan akrabnya. AFT