Cegah Bencana, Fakultas Pertanian Laksanakan ToT

Ket. Foto:Dr Aslan Vice Director bidang program SEAMEO dalam pembukaan ToT Fakultas Pertanian (Foto: Adrian/MT)

Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Tadulako (Untad) bekerja sama dengan South East Asian Ministry Association (SEAMEO) BIOTROP melaksanakan Training of Trainers (ToT) bertajuk Pemetaan dan Mitigasi Bencana dalam Penataan Ruang di Kawasan Pesisir, di ruang Senat Faperta Senin 29 Juli-Jumat 2 Agustus.

Dekan Faperta Dr Ir Muhardi MSi dalam sambutannya berharap agar kegiatan ini dapat memberi nilaih tambah bagi para peserta dan kerjasama antara faperta dan SEAMEO dapat tetap terjalin dapat berkontribusi untuk peningkatan perguruan tinggi baik untuk mahasiswa, dosen maupun civitas akademika lainnya.

Sementara Ketua panitia Dr Ir Rostiati Dg. Rahmatu MP mengatakan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian, Wakil Dekan Bidang Keuangan, dosen dan 31 peserta yang telah diseleksi dari pihak SEAMEO BIOTROP.

“Ada 31 peserta yang diseleksi langsung oleh SEAMEO, beberapa peserta merupakan dosen Untad, Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan, dan Perguruan Tinggi Politeknik,” jelas Dr Ir Rostiati.

Dr Ir Rostiati berharap agar semua peserta dapat memanfaatkan kesempatan dalam kegiatan ini, dan juga mengimplementasikan dalam aktivitas dan kehidupan.

“Harapan saya agar semua peserta dapat memanfaatkan kesempatan, karena kesempatan ini tidak datang dua kali, dan sangat bermanfaat besar baik untuk perencanaan di dinas, sekolah maupun universitas,” tutur Dr Ir Rostiati.

Dalam sambutannya Vice direktur bidang program Dr Aslan menjelaskan tentang SEAMEO dan BIOTROP.

“SEAMEO adalah organisasi-organisasi dibawah Kementrian Pendidikan di negara-negara yang ada di Asia Tenggara. Di Indonesia kita ada tujuh centre salah satunya adalah BIOTROP. BIOTROP sendiri fokus pada penelitian yang berkaitan dengan masalah lingkungan, keanekaragaman hayati, bioteknologi dan pengembangan biofuel,” ujar Dr Aslan.

Dr Aslan menerangkan bahwa bencana merupakan salah satu concern dari BIOTROP karena masuk dalam masalah lingkungan.

“Bencana tidak dapat dikontrol kedatangannya, tinggal bagaimana kita bisa meminimalisir risiko dari bencana, mempersiapkan diri, respons dan pemulihan. Karena itu kami pelaksanaan ToT ini adalah salah satu hal yang penting,” tutur Dr Aslan. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here