Idul Adha 1440 H, Untad Berkurbankan 53 Ekor Sapi

Bertempat di lapangan Islamic center Universitas Tadulako (UNTAD), seluruh civitas akademika Untad baik mahasiswa dosen, dan para pegawai, seerta masyarakat Perdos laksanakan Salat idul Adha 1440 Hijriyah, pada Sabtu (11/08). Pelaksana Hari raya kali ini yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang diketuai Dr Andi Maddukelleng MSi, dengan tetap dipayungi Pengurus Hari-hari Besar Islam (PHBI) UNTAD.

Idul Adha atau Idul Kurban menjadi salah satu moment para insan menambah rasa syukur terhadap Allah. Di moment ini, kisah tawakal Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan putra mereka, Nabi Ismail marak diperdengarkan, hingga perjuangan para jemaah haji dalam menunaikan ibadah haji. Hari raya kurban kemudian dipahami berdasarkan apa yang diijelaskan dalam Al-quran, hadis, dan juga ceritra ketika Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba, yang kemudian disembelih.

UNTAD, pada hari raya Idul Adha 1440 Hijriyah ini berkurban 53 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Pasca salat Idul Adha dan halalbihalal, penyembelihan hewan kurban dilakukan di beberapa titik di komplek Perumahan Dosen (Perdos) UNTAD.

Disampaikan Rektor UNTAD, Prof Dr Ir H Mahfudz MP terkait jumlah hewan Kurban dalam sambutannya pada halalbihalal di gedung Islamic center UNTAD. Total hewan kurban berjumlah 54, dengan rincian 53 ekor sapi, dan 1 ekor kambing.

“Alhamdulillah jumlah hewan kurban mencapai 53 ekor sapi, yang kalau diestimasikan sekitar 350-an warga UNTAD, yang berpartisipasi menyumbangkan hartanya untuk berkurban. 350-an warga UNTAD itu saya yakin, masih banyak yang menunaikan ibadah Idul Adha termasuk turut berkurban, namun tidak bergabung dengan kelompok di UNTAD,” ujar Prof Mahfudz.

Di awal sambutan Rektor mengucapkan selamat lebaran Idul Adha, dan menghaturkan ucapan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Untad dan masyarakat perdos yang sempat hadir.

“Pertama-tama, terima kasih banyak kepada semua yang telah hadir, baik bapak, ibu petinggi Untad, maupun masyarakat perdos dan para mahasiswa. Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah. Saya pribadi memohon maaf atas segala salah-salah,” ucap Rektor.

Senada dengan Prof Mahfudz, Dr andi Maddukelleng MSi tentang jumlah hewan kurban, Dr Andi Maddukelleng menyampaikan dalam laporan ketua panitia sebelum salat Idul Adha dilaksanakan, bahwa total 54 jumlah hewan kurban yang terkumpul dari seluruh Fakultas, dan unit lembaga serta masjid di Perdos.

“Masing-masing fakultas dengan total hewan kurban yakni FISIP, 6 ekor sapi, Fakultas Ekonomi 4 ekor sapi, Fakultas Pertanian 4 ekor sapi, Fakultas Teknik 5 ekor sapi, Fakultas Kehutanan 2 ekor sapi, Fakultas Kedokteran 1 ekor sapi, Fakultas Peternakan 1 ekor sapi, Fakultas MIPA 2 ekor sapi, masjid baitul makmur 8 ekor sapi dan 1 ekor kambing, rektorat 2 ekor sapi, BSM 2 ekor sapi, dan keluarga Prof Dr sulaeman mamar 2 ekor sapi,” jelasnya.

Sementara Dr Faisal Attamimi SAgM FilI, dalam khutbahnya, ia menyampaikan bahwa umat Islam perlu selalu menjaga keseimbangan antara dimensi ritual dan sosial. “Tidak boleh kita hanya melakukan banyak ibadah ritual tapi mengabaikan aspek sosial, dan sebaliknya. Keduanya mesti seiring sejalan dalam gerak-langkah perjalanan hidup seorang muslim dan muslimat. Karenanya perlu dikoreksi mengapa harus berkali-kali pergi haji? Berkali-kali umrah? Padahal melakukan ibadah haji atau umrah untuk berikutnya bisa disalurkan pada jalur-jalur sosial sehingga masalah sosial ikut terselesaikan, dan mungkin pahalanya jauh lebih besar,” terang Dr Faisal.

Dr Faisal melanjutkan, perintah kedua di bulan dzulhijjah ini adalah berkurban. Ibadah kurban yang dilaksanakan setiap tahun adalah bentuk i`tibar atau pengambilan pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as.

“Ada tiga pelajaran dan pesan ibadah kurban. Pertama, tentang totalitas kepatuhan kepada Allah SWT. Kedua adalah tentang kemuliaan manusia. Dalam kisah Nabi Ibrahim, kita diajarkan untuk tidak menganggap mahal sesuatu bila itu untuk mempertahankan nilai-nilai ketuhanan. Namun di sisi lain kita juga dihimbau untuk tidak meremehkan orang lain. Pelajaran ketiga yang dapat kita ambil adalah tentang hakikat pengorbanan dalam wujud harta benda, tenaga, pikiran, waktu dan lain sebagainya.

Pengorbanan merupakan manifestasi dari kesadaran kita sebagai makhluk sosial. Bayangkan, bila masing-masing manusia memenuhi ego dan kebutuhan sendiri tanpa peduli dengan kebutuhan orang lain. Alangkah kacaunya kehidupan ini. orang mesti mengorbankan sedikit waktunya, misalnya untuk mengantri dalam sebuah loket penjualan tiket, bersedia menghentikan sejenak kendaraannya saat lampu merah lalu lintas menyala, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Masih dalam penyampaian khatib, orang berhaji adalah setiap orang yang secara syariat fisiknya hadir di tanah suci Mekkah dan sekitarnya untuk melaksanakan serangkaian ibadah haji, wajib haji, rukun aji, dan sunnah-sunnah haji lainnya, sepulangnya dari ibadah haji, nilai-nilai pembelajaran yang terkadang dalam amaliah-amaliah haji tetap melekat, dan mewarnai kepribadiannya dan kehidupannya sehari-hari.

“Sikap dan perilakunya menjadi lebih baik, menjadi pribadi-pribadi yang dalam mengamalkan nila-nilai pembelajaran dan pesan terkandung dalam pakaian ihram, wuquf, melontar jumroh, thawaf, sa`i, dan lain-lain,” terangnya. Sn