Jakarta Tanpa Listrik, Apa Kabar Pelosok Republik?

Ada sejumlah kabar yang cukup menggeletik. Baru-baru ini seorang bocah perempuan viral di dunia maya. Ia menangis karena takut ayahnya tertukar dengan hewan kurban. Menggelitik. Sama halnya dengan pemadaman listrik di Jakarta dan sekitarnya yang sudah kita ketahui bersama. Jakarta dan sekitarnya menjadi gelap, kecuali beberapa saja yang memang memiliki mesin genset, seperti beberapa gedung apartemen. Meski ada alternatif penerangan, kota Batavia itu layaknya kota mati. Bagaimana tidak, beberapa aktivitas menjadi lumpuh di kota metropolitan itu. KRL, lift, dan sejumlah usaha-usaha warga terhambat.

PLN menjelaskan kejadian itu disebabkan gangguan pada transmisi ungaran di pemalang 500 kV. Apapun laporannya, pemadaman itu cukup membuat shock warga Jakarta. Cuitan di twitter semakin ramai dan menjadi tranding topik. Para artis-artis dikabarkan dan mengabarkan diri sendiri memilih mengungsi ke negara tetangga. Atau mengungsi ke sanak keluarga yang memiliki penerangan alternatif.

Heboh sekali.

Jakarta dan sekitarnya hanya merasakan beberapa lama saja. Bayangkan tempat-tempat di ujung republik ini yang belum sama sekali mendapat akses listrik. Saat gelap, hanya diterangi dengan lampu minyak. Bertahun-tahun. Tentu saja, warga Jakarta tidak akan sanggup.

Harusnya pemadaman listrik dapat membuat sedikit saja waktu kita untuk meresapi. Karena kita mampu merasakan bagaimana aktivitas kita terhambat, karena segalanya menggunakan listrik, ricecooker, dispenser, kulkas, dan lainnya. Sejauh ini, kita patut memberi nilai lebih pada perjuangan masayarakat pedesaan, yang tanpa listrik juga teknologi. Orang-orang hebat bahkan datang dari kampung, dari desa. Bahkan tidak ada salahnya jika kita mengaku masyarakat pedesaan jauh lebih survive dibanding masyarakat perkotaan yang terikat dengan teknologi.

Jakarta tanpa listrik, menjadi pelajaran, betapa listrik adalah sumber energi yang dibutuhkan semua orang. Pemerintah sudah saatnya memperhatikan dan melakukan tindakan untuk mengaliri listrik ke desa-desa, menjangkau seluruh geografis Indonesia. Karena bukan hanya Jakarta saja yang butuh listrik. Pun indonesia bukan hanya Jakarta. Indonesia itu luas.

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here