Kolaborasi FMIPA dan Universitas Pertamina, Kurangi Risiko Bencana Melalui Literasi

Ket. Foto: Dr. Abang saat memaparkan materi (Foto: Adrian/MT)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Tadulako (Untad) bersama dengan Universitas Pertamina menggelar Literasi Bencana Geologi di Aula Dekanat FMIPA pada Kamis (25/07), yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa FMIPA serta Fakultas Teknik Untad.

Dalam sambutannya, Dr Resti, Perwakilan Universitas Pertamina mengungkapkan bahwa kegiatan literasi kebencanaan, merupakan rangkaian acara dari kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan Universitas Pertamina.

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar mahasiswa dari Untad dapat melaksanakan perannya sebagai  agent of change, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat umum mengenai bencana geologi,” ungkap Dr Resti.

Wakil Dekan Bidang Akademik (Wadek Bidak) I Nengah Suwastika PhD mengapresiasi adanya kegiatan literasi bencana geologi, yang diadakan oleh Universitas Pertamina dan menuturkan bahwa dengan adanya kegiatan ini, semangat mahasiswa dapat lebih terbangun.

“Kegiatan ini tentunya memberi manfaat yang besar bagi civitas akademika, terkhusus mahasiswa dalam hal membangun semangat agar lebih concern pada bencana yang berkaitan dengan geologi, seperti gempa bumi maupun likuifaksi,” ujar I Nengah Suwastika.

Pembicara yang dihadirkan adalah yaitu Dr Abang M S Nugraha (Universitas Pertamina), Drs Abdullah MT (Untad) dan Neni Muhidin (Penulis dan Pegiat Literasi Bencana). Dalam materinya Dr Abang M S Nugraha memaparkan bahwa literasi geologi bukan hanya untuk anak geologi saja, melainkan seluruh ragam masyarakat.

“Bukan hanya anak geologi tetapi masyarakat juga harus mengetahui tentang mitigasi bencana geologi. Apalagi di Sulawesi Tengah begitu banyak sesar atau patahan yang berbentuk segmen-segmen dan sampai sekarang sesar Palu koro masih aktif dan bisa dirasakan pergerakannya,” ujar Dr Abang yang juga peneliti geologi Sulawesi.

Di akhir materi Dr Abang berharap agar dengan adanya kegiatan ini mahasiswa dapat lebih mengerti dan turut terlibat dalam mensosialisasikan tentang bencana geologi.

“Saya berharap agar materi yang didapatkan dari kegiatan ini dapat dishare kepada teman-teman lain khususnya pada masyarakat yang belum mengetahui tentang bencana geologi, ciri-cirinya serta dampak-dampak yang dapat ditimbulkan, sehingga akan ada pencegahan yang bisa dilakukan,” tutup Dr Abang. Adr