Suami Deteksi Dini Tanda Bahaya dan Resiko Kehamilan Istri Dr Rosmala Nur Ciptakan Aplikasi E-TNC, antarkan Suami Cerdas Sayang Istri

Dosen sekaligus Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan (Wadek Biduk), Dr Rosmala Nur MSi dalam penelitian guna menurunkan angka kematian ibu dan anak, meluncurkan aplikasi bagi suami dalam mendeteksi sejak dini tanda bahaya dan resiko kehamilan sang istri lewat aplikasi gratis berbasis Smartphone android, E-TNC (Aplikasi Elelectronic Toma Nagaya Care’s).

Apa alasan ibu Menciptakan Aplikasi E-TNC dalam penelitian tersebut?

Karena angka kematian ibu hamil masih termasuk tinggi. Di Indonesia, khususnya  Sulawesi Tengah menduduki posisi ke-5 tertinggi dalam angka kematian ibu hamil. Indonesia juga merupakan salah satu Negara yang masih memiliki angka kematian ibu hamil yang lumayan tinggi.

Selain itu, kebanyakan para suami tidak terlalu memperhatikan kondisi bahaya serta resiko yang dialami oleh istrinya, pengetahuannya pun minim akan kondisi kesehatan ibu hamil. Padahal bahaya dan resiko harusnya menjadi tanggung jawab kedua belah pihak, sehingga dibuatlah aplikasi tersebut bagi para suami untuk istri-istri mereka.

Berapa lama waktu penelitian yang diperlukan?

Penelitian ini sudah berjalan dua tahun, kami memulainya di tahun 2018 pada bulan Maret sampai sekarang.  Tahun kemarin kami hanya lakukan survey di Puskesmas  yang terletak di dua daerah, yakni Marawola danTinggede dengan total 11 desa. Lalu di tahun inilah implementasi dari survey yang telah kita lakukan tahun lalu, aplikasi E-TNC sendiri telah kami launching sejak 15 Juni kemarin sekarang masih tahap promosi ke masyarakat, lalu setelah ini, kami akan lakukan tahap evaluasi untuk proses akhirnya.

Bagaimana cara kerja dari aplikasi E-TNC ini?

Kepanjangan nama dari aplikasi E-TNC ini yakni Aplikasi Elelectronic Toma Nagaya Care’s. Jadi Aplikasi ini sejatinya berfungsi untuk para suami agar mengetahui sejak dini  bahaya dan apa-apa saja yang harus dilakukan terhadap istrinya. Aplikasi ini juga akan menunjukkan bagaimana kondisi ibu hamil, apakah termasuk resiko tinggi atau rendah setelah suami menjawab beberapa pertanyaan yang tersedia di dalam aplikasi tersebut. Jadi bentuk isi dalam aplikasi ini seperti kuisioner yang diisi baik suami ataupun istri dengan score yang sudah tersedia dimasing-masing pertanyaan. Kemudian nantinya akan menghasilkan sekian score yang namanya score puji rohayati, dimana score ini biasa dipakai dalam dunia kedokteran dan kesehatan terkait kondisi dari ibu hamil tersebut.

Selain itu, pasangan suami istri juga akan mengetahui bagaimana cara penanganannya bersama Bidan dan Dokter. Karena dalam aplikasi ini juga terdapat Bidan serta Kepala Puskesmas setempat atau Dokter yang menangani ibu Hamil, sehingga mereka langsung mengetahui kondisi pasien mereka. Jadi aplikasi ini menghubungkan antara suami, istri, Bidan dan Dokter atau Kepala Puskesmas setempat, sehingga resiko kematian ibu dapat dihindari.

Apa saja keuntungan yang didapatkan saat menggunakan aplikasi E-TNC ini?

Dengan adanya aplikasi ini, suami menjadi pusat kontrol dalam menangani kondisi bahaya dan resiko yang dialami oleh istri, seperti pergi berobat kemana dan kapan waktu yang pas, karena suami sudah bisa mendeteksi dini resiko kehamilan istri dan bisa mengetahui tanda bahaya seperti istrinya bengkak kakinya.  Selain itu, aplikasi ini juga sangat membantu bagi istri/ibu hamil, karena ketika ia merasa ada tanda-tanda bahaya kehamilan, ia bisa langsung memberi tahu apa yang telah terjadi pada aplikasi tersebut, seperti mengalami pendarahan dan sebagainya, sehingga Suami, Bidan serta Dokter yang menangani hal tersebut langsung mengetahui kalau ada ibu hamil yang perlu ditangani.

Selain itu, aplikasi ini gratis saat melakukan registrasi pendaftaran dan juga sangat efisien bagi bidan atau dokter serta membuat administrasi menjadi lebih mudah dan tertib. Karena mereka bisa langsung mengetahui apa yang terjadi pada kondisi pasien yang dalam hal ini ialah ibu hamil saat sedang bepergian atau sedang di luar kota. Sehingga cara seperti ini akan memotong cara-cara manual terdahulu yang harus memeriksa kesehatan sang ibu hamil paling sedikit 4 kali selama proses kehamilan. Apalagi harus membawa buku yang notabene bisa hilang kapan saja. Hal ini sudah terbukti menurut survey yang telah kami lakukan di dua daerah tersebut, yang menunjukkan kemudahan dalam melakukan administrasi baik dari pihak puskesmas sendiri maupun dari sisi masyarakat.

Keuntungan lainnya dan tak kalah penting adalah aplikasi ini juga akan serta merta meningkatkan akreditas bagi Puskesmas karena system yang dijalankan sudah berbasis internet dengan menggunakan smartphone android.

Selain menciptakan  Aplikasi E-TNC, apakah ada hasil lainnya?

Ada, Hasil yang kami peroleh selain aplikasi E-TNC  yakni dengan membuat Smartbook. Buku pintar atau Smartbook ini kami luncurkan terlebih dahulu sebelum launching aplikasi E-TNC, tentunya dengan fungsi yang sama seperti aplikasi E-TNC. Buku pintar ini berguna bagi para suami dalam perawatan hamil nifas. Isinya cukup menarik, karena buku yang biasa dibagikan oleh Departemen Kesehatan ialah buku KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak), tidak ada buku bagi suami, padahal suamilah yang beperan penting dalam mengambil keputusan kepada istrinya. Sehingga di buku tersebut ada hal apa saja yang dilakukan oleh suami setiap triwulan pertama, kedua dan ketiga dan saat melahirkan serta juga dijelaskan perawatan saat Nifas, yakni 40 hari setelah melahirkan. Sehingga dalam buku tersebut tertera apa-apa saja peran suami kepada istrinya baik selama proses kehamilan berlangsung maupun setelah kehamilan. Sehingga hal ini meminimalkan angka kematian ibu hamil.

Siapa saja yang terlibat dalam penelitian ini?

Tim saya itu terdiri dari tigia orang termasuk saya sendiri sebagai ketuanya, dua anggota saya yakni dr Indah Kiaidemak Med yang bertugas dalam menyusun score nya, lalu Hendra Tanjung SKom MKom yang berperan dalam pembuatan aplikasi E-TNC ini.

Apa yang ibu harapkan dari penelitian tersebut?

Dengan diluncurkannya aplikasi E-TNC ini yang sangat efisien berbasis telepon pintar, tidak ada lagi ibu hami yang tidak tertangani secara cepat, hal ini dalam rangka menurunkan kematian ibu dan bayi, yang kedua administrasi bidan menjadi tertib, lalu yang terakhir diharapkan dapat meningkatkan akreditasi puskesmas yang menerapkan system seperti ini. AFT

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here