Untad Laksanakan PKKMB 2019

Ket Foto: PKKMB Gugus 08 Kehutanan (Foto: Reporter Minda/MT)

Rabu (14/08) – Mahasiswa baru Universitas Tadulako (Untad) 2019 ikuti Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB) 2019, yang langsung tersebar di masing-masing gugus. Ada 10 gugus, dengan total mahasiswa baru 8.900 berasal dari 11 fakultas. Pelaksanaan PKKMB Universitas akan berlangsung selama tiga hari.

Dr Ir Syahrir MP selaku ketua panitia PKKMB 2019, mengatakan pembagian tempat PKKMB berdasarkan gugus yang disesuaikan dengan nomor akhir stambuk masing-masing mahasiswa.

“Pembagian tempat PKKMB ini per gugus. Jadi dari 11 fakultas, ada sepuluh gugus. Mulai gugus 1 itu di FKIP, gugus 2 FISIP, gugus 3 Ekonomi, gugus 4 Hukum, gugus 5 Pertanian, gugus 6 Teknik, gugus 7 MIPA, gugus 8 Kehutanan, gugus 9 FKIK dan gugus nol (0)  Fapetkan,” terang Syahrir.

Materi yang disajikan dalam PKKMB 2019 akan berlangsung selama 1 jam per materi. Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa baru akan mendapatkan 12 materi.

“PKKMBnya dimulai pada pukul 07.00 hingga 12.00. Ada 4 materi yang didapatkan oleh maba nantinya, termasuk materi kelembagaan, ada bela negara, radikalisme, BNN, penanggulangan bencana, era revolusi industri 4.0, akademik, dan sistem pendidikan tinggi,” lanjut Syahrir.

Syahrir berharap, PKKMB tahun yang akan datang dapat lebih baik lagi dengan sarana prasarana yang menunjang.

“Saya kira mungkin lebih bagus lagi, kalau selanjutnya sarana dan prasarana yang akan digunakan lebih baik lagi. Karena pasca gempa kemarin kita masih pada tahap perbaikan. Untuk gugus nol ini di fapetkan misalnya, kita masih menggunakan tenda. Ke depannya mungkin bisa lebih baik lagi dengan sarana yang memadai,” tutup Syahrir.

Sementara, Alim salah satu maba asal fakultas KIP mengatakan, materi-materi yang didapatkan sangat baik untuk membentuk kesadaran mahasiswa, khususnya pembangunan negara.

“Salah satu materi tadi itu tentang pembangunan negara, dalam materi itu kita bisa menyadari bagaimana sikap kita membela negara dalam rangka mengupayakan, mendukung pembangunan untuk lebih maju,” ujar Alim mahasiswa jurusan geografi itu. Md