Workshop Instrumen Akreditasi Baru, 12 Program Studi Sudah Melakukan Reakreditasi

Ket. Foto: Sedang berlangsungnya acara pembukaan kegiatan Workshop Penjaminan Mutu (Foto: Fauzan/ Reporter MT)

Workshop yang dibuka oleh Rektor Universitas Tadulako (Untad) dan menghadirkan sejumlah Unit Penjaminan Mutu dari setiap Fakultas itu, mendiskusikan tentang dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam menghadapi Instrumen Akreditasi baru, yakni IAPS 4.0 ( Instrumen Akreditasi Program Studi 4.0 ). Workshop yang dilaksanakan oleh LPPMP tersebut, bertempat di Media Center Lantai II, pada Selasa (13/08).

Prof Dr Ir H Mahfudz MP, Rektor Universitas Tadulako dalam sambutannya, sangat mengapresiasi pihak LPPMP dalam menyelenggarakan Workshop tersebut. “Saya sangat mengapresiasi pihak LPPMP, khususnya kepada Ketua serta Sekretaris, atas langkah antisipasi secara dini terkait format baru akreditasi, yang kini sudah diberlakukan oleh BAN-PT,” ungkapnya.

Prof Mahfudz juga menyampaikan bahwa peran dari Unit Penjaminan Mutu Fakultas sangat penting, sehingga diharapkan dapat  bekerja sama dengan baik serta terus melakukan komunikasi yang intens dengan pihak LPPMP.

Dr Golar SHut MSi, Ketua LPPMP, mengatakan bahwa perbedaan dari IAPS Lama dan Baru, yakni terjadi penambahan 2 kriteria pada IAPS baru tersebut. “Kedepannya kita sudah menggunakan 9 kriteria yang ditulis dalam laporan evaluasi diri, dan laporan kinerja unit pengelola prodi, sedangkan yang lama, hanya terdapat 7 kriteria saja, yang ada pada buku 3A dan 3B,” ungkap Dr Golar.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa ada 12 Program Studi yang sudah melakukan reakreditasi di tahun ini, namun masih menggunakan format lama, yakni: S1 Agroteknologi dan Manajemen PSDKU Morowali, S1 Kimia, S1 Biologi, S1 Pendidikan Kimia, S1 Pendidikan Fisika, S2 Akuntansi, S3 Ilmu Sosial, S3 Pendidikan Sains, D3 Teknik Sipil, D3 Konservasi Hutan, dan D3 Akuntansi.

Sementara itu, Dekan Fakultas MIPA, Darmawati Darwis SSi MSi PhD, menjelaskan bahwa dalam melakukan akreditasi, sangat penting untuk diperhatikan mengenai prasarana dan fasilitas di setiap Program Studi.

“Kita memang kurang sekali mengenai prasarana dan fasilitas, terutama fasilitas dalam Laboratorium. Karena itulah, saat Program Studi Fisika melakukan reakreditasi kemarin, nilai yang didapatkan 354, tinggal 7 poin lagi agar bisa mencapai nilai A. Sehingga kita memang harus lebih memperhatikan mengenai fasilitas yang dibutuhkan di setiap Program Studi,” jelas mantan Ketua Jurusan Fisika tersebut.

Sejalan dengan itu, Dr Amiruddin Kade, MSi, berharap di setiap Fakultas, minimal memilki satu Prodi yang bernilai A, agar bisa tercapainya predikat akreditasi unggul bagi Untad.

“Walaupun kami hanya memiliki 2 Prodi yang bernilai A dari 77 Prodi di Untad ini, kami tetap optimis dengan berharap kepada setiap Fakultas agar minimal memiliki satu Prodi yang bernilai A. Dengan begitu, capaian untuk mendapatkan predikat akreditasi unggul, dimana harus memiliki 50% Prodi yang bernilai A tersebut, perlahan-lahan akan terwujud,” ungkapnya. AFT