Bahas Mengenai Hijab, LDK UPIM Hadirkan Pembicara dari Berbagai Bidang

Ket. Foto: Para pemateri (kiri-kanan) Mulianda SM, Hikmatur Rahma LC Med, dan dr Evira Agustina Putri, serta moderator (Foto: dok. Penyelenggara Kegiatan)

Minggu (29/08) – Dalam rangka memperingati Hari Hijab Internasional atau International Hijab Solidarity Day (IHSD) 2019 pada 4 September, Lembaga Dakwah Kampus Unit Pengkajian Islam Mahasiswa (LDK UPIM) Universitas Tadulako (Untad) laksanakan kegiatan Talkshow Inspiratif di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Selain untuk memperingati IHSD 2019, kegiatan ini juga  merupakan program kerja Departemen Kemuslimahan yang tujuan mengedukasi para muslimah yang ada di Untad tentang pentingnya hijab dari segi syari’ah dan manfaat lainnya.

Dengan mengusung tema ”Menyibak Sejuta Keajaiban Hijab”, talkshow tersebut menghadirkan  3 pemateri Muslimah yakni dr Evira Agustina Putri (dokter di RSD Madani Palu), Hikmatur Rahma LC Med (spesialis Fiqih Wanita), serta Mulianda SM (Founder You Me Muslimah dan Owner Nagaya Hijab).

Dalam penyampaian materinya, Hikmatur Rahma mengatakan bahwa hijab merupakan salah satu pembeda antara laki-laki dan perempuan. Ia juga menyampaikan standar pemakaian jilbab sesuai syariat Islam.

“Hijab adalah penutup atau penghalang antara non mahram, sedangkan jilbab adalah kain panjang yang menutupi tubuh bagian atas hingga bawah, dan khimar merupakan  kain yang menutupi kepala hingga dada. Pemakaian jilbab hendaknya menutupi dada, karena aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan,” ucap Hikmatur.

Sementara itu, dari segi perekonomian, Mulianda mengatakan bahwa hijab dan ekonomi saling berhubungan. Industri pakaian Syari di Indonesia memiliki profit yang menjanjikan. “Industri produsen pakaian syari mempunyai nilai pertukaran sekitar 2 miliar US Dolar. Dan ini merupakan peluang bagi anak muda untuk memproduksi pakaian syar’i dengan model yang trending dunia. Namun, kembali lagi pada kesadaran akan kewajiban untuk menutup aurat dengan hijab. Sehingga keuntungan rupiah maupun dolar tadi bukan yang utama,” ujar Mulianda.

Siti Nur Fadilah Sfarm, selaku Koordinator Kemuslimahan berharap agar kegiatan ini membuat para muslimah sadar bahwa hijab bukan hanya dalam tataran syariat tetapi juga dari aspek kesehatan dan wirausaha memiliki efek yang besar.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini,  muslimah dapat mengetahui manfaat hijab bukan hanya kewajiban dalam hal syariat yang harus dilakukan tetapi juga dari aspek kesehatan dan kewirausahaan, hijab  juga memiliki efek yang besar terhadap kehidupan sehari-hari. Jadi kita tidak memandang hijab sebagai suatu yang mengekang, tapi dapat meringankan dan punya banyak manfaat dalam keidupan sehari-hari,” harapnya. dht

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here