Bertemu Rektor, 4 Mahasiswa Asing Program SEA-Teacher Project Bagi Pengalamannya Selama di Untad

Ket. Foto: Foto bersama Rektor Untad, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP, danpara mahasiswa Asing (Foto: dok. Humas Untad)

Senin (2/09) – Jelang berakhirnya program SEA-TEACHER PROJECT di Universitas Tadulako (Untad) pekan ini, 4 mahasiswa asing peserta program SEA-TEACHER PROJECT 2019 bersilaturahim dengan Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP untuk berbagi kesan selama menjalani program SEA-TEACHER di Lab School Universitas Tadulako terhitung sejak 13 Agustus 2019 yang lalu.

Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP mengatakan bahwa sebagai Rektor beliau turut berbahagia dengan pengalaman luar biasa para peserta SEA-TEACHER di Universitas Tadulako. Rektor berharap kerja sama antara Untad dan Universitas di Filipina dan Thailand akan terus berlanjut agar mahasiswa lainnya dapat memiliki pengalaman yang sama. Rektor juga berpesan agar sekembalinya mereka ke negaranya masing-masing, mereka dapat menceritakan pengalaman yang baik yang mereka rasakan selama berada di Untad dan dapat mempromosikan Untad serta Palu kepada rekan-rekan di negaranya masing-masing.

“Bila ada yang kurang berkenan, mohon dilupakan dan ditinggalkan, bawalah hal-hal baik kembali bersama kalian,” pesan Prof Mahfudz.

Mereka adalah Bhuawadol Phakachird dan Pattarapon Koewijno mahasiswa asal Thailand serta Lady Jeslin F Sanchez dan Maria Levie S Fergara dari Filipina. Keempat mahasiswa asing tersebut mengungkapkan bahwa selama mengikuti program SEA-Teacher di Untad mereka memperoleh pengalaman yang luar biasa. Mereka menghaturkan terima kasih atas sambutan hangat selama mengikuti program SEA-TEACHER di Untad. Selain itu, mereka juga terpukau dengan keindahan alam kota Palu, budaya, dan keramahan serta kekeluargaan oleh masyarakat di Kota Palu.

“Meski pada awalnya kami sempat takut karena kami tahu Palu baru saja dilanda bencana gempa dan tsunami, namun setelah kami tiba, ketakutan itu sirna . Pengalaman mengajar di Palu sungguh sangat luar biasa, orang-orang begitu ramah, kami dihormati dan diperlakukan dengan baik, murid-muridnya menyenangkan,” ungkap Bhuawadol Phakachird.

Dr Anshari Syafar MSc selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjelaskan bahwa Program SEA-TEACHER yang diinisiasi oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa calon guru agar memiliki pengalaman mengajar (praktikum) di sekolah- sekolah di kawasan Asia Tenggara. Dengan demikian program ini diharapkan dapat mengembangan kemampuan bahasa inggris, dan pedagogik atau seni mengajar serta kemampuan profesional mereka.

Pertemuan ini juga turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Lukman MHum serta Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP, Drs Anang Wahid PhD. AA

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here