HMTS UNTAD Boyong 2 Piala dalam CIA International 2019

Ket Foto: Foto Tarsius Jaya dan Tarsis Junior di malam penganugerahan

Tim Tarsius Jaya dan Tarsius Junior milik Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin (HMTS) Fakultas Teknik UNTAD ikut berlaga dalam ajang Civil in Action (CIA) International 2019. Dalam kompetisi tahunan yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil UGM itu, Tarsius Jaya diumumkan menjadi juara 1 dan juara inovatif (14/09) mengalahkan 16 tim dari berbagai negara.

saat dihubungi reporter Media Tadulako, salah 1 anggota tim tersebut, Zulkarnaen Kahim menyampaikan pada tahun ini, tim Tarsius HMTS mengikuti lomba di bidang International Roof Truss Design Competition yang diikuti 17 tim dari berbagai negara. Ia mengungkapkan bahwa tim yang menjuarai ajang internasional itu, telah dibentuk sejak beberapa bulan sebelum mengikuti kompetisi tersebut dan telah mempersiapkan diri sejak lama.

“Tim terbentuk sejak bulan Maret melalui proses seleksi internal dalam Tarsius. Tim ini dilatih secara intensif, baik pemahaman materi, penguasaan bahasa inggris, hingga perakitan. Dalam kompetisi ini, kami membawa struktur rangka atap dengan material baja yang ringan, kuat dan murah untuk diaplikasikan dalam percepatan pembangunan daerah terdampak bencana,” ungkapnya.

Menurutnya, ketekunan dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan, serta keterbukaan menerima masukan dari dosen dan senior adalah hal yang membuat tim bimbingan Ir Anwar Dollu ST MT IPm dan Atur Pahorasan Nusantara Siregar ST Eng PhD itu, meraih kemenangan tersebut. Ia berharap dengan prestasi itu, tim mereka akan menjadi lebih baik dan dapat menjadi motivasi bagi teman-teman dan juniornya, serta semakin mendapat dukungan untuk terus berkarya dan melahirkan karya-karya inovatif.

Atur PhD, selaku pembimbing Tarsius menyampaikan rasa bangga kepada tim bimbingannya itu. Menurutnya mengikuti suatu kompetisi merupakan bentuk pembelajaran nyata bagi mahasiswa, bahkan sebagai ajang eksistensi mahasiswa UNTAD di dunia Teknik Sipil. Ia berharap, Tarsius bisa semakin inovatif dan terus melakukan perbaikan pada karya mereka.

“Sangat membanggakan bagi civitas akademika UNTAD, khususnya Jurusan Teknik Sipil. Karya mereka dari segi desain, mereka melakukan inovasi bentuk struktur dan inovasi sambungan batangnya. Segi konstruksi model hasil desain mereka batasi hanya 100 menit dengan ketepatan beban maksimum tidak melampaui toleransi 50 kg. Saya berharap mereka terus memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, selalu lakukan persiapan yang matang sebelum ajang berlangsung dan tampilkan inovasi baru, baik dalam hal desain struktur maupun dalam hal konstruksinya, sehingga Tim UNTAD selalu akan tampil dengan warna baru,” harapnya.Vv