Kolaborasi Ditjen PPKL KLHK dan PPKPMP LPPM Untad, Langsungkan Indonesia Coastal Clean Up 2019

Ket Foto: peserta Indonesia Coastal Clean Up 2019 saat membersihkan pantai (Foto: dok. Penyelenggara)

Direktorat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PPKL KLHK), Pemerintah Kota Palu dan Pusat Penelitian Kelautan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tadulako (PPKMP LPPM Untad) selenggarakan Indonesia Coastal Clean Up 2019, pada Sabtu (07/09) di Pesisir Pantai Baiya, Tawaeli.

Staff Litbang PPKMP LPPM Untad, Aswad Eka Putra menyampaikan bahwa kegiatan Indonesia Coastal Clean Up merupakan bentuk lanjutan dari program kerja sama antara Ditjen PPKL KLHK dan PKKMP LPPM Untad dalam pemantauan sampah di pesisir pantai Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Kegiatan ini merupakan gerakan bersih pantai dimana ini adalah program lanjutan dari kerja sama penelitian antar Pihak KLHK dan PKKMP LPPM Untad. Selain melakukan penelitian kita juga melaksanakan kewajiban dalam pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dilaksanakan karena melihat keresahan atas data penelitian yang ada, yang menunjukan bahwa Indonesia adalah salah satu negara penyumbang sampah plastik terbesar di laut dan pesisir pantai.

“Merujuk pada data yang ada, negara kita adalah penghasil sampah terbesar di dunia setelah Tiongkok. Hal ini terjadi karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap sampah dan kurangnya infrastruktur yang memadai,” tambah Staff Litbang PPKMP LPPM Untad tersebut.

Indonesia Coastal Clean Up tersebut diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang berasal dari Pemerintah Kota Palu, Akademisi Untad, Mahasiswa, Awak Media, siswa SMA dan SMP serta beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat di Kota Palu. Aswad berharap kegiatan tersebut bisa menjadi acuan untuk menumbuhkan semangat dalam memperhatikan masalah sampah terutama di pesisir pantai.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi pionir untuk menumbuhkan perhatian terhadap sampah di pesisir, juga adanya pengadaan infrastruktur yang memadai untuk menanggulangi permasalahan sampah ini,” harapnya.

Sementara itu, Suparman Wakidi, Duta Batik Kota Palu sekaligus Mahasiswa Program Studi Akuntansi Untad yang mengikuti kegiatan itu mengatakan bahwa Indonesia Coastal Clean Up 2019 adalah kegiatan yang mengedukasi pemuda, dan masyarakat agar lebih memperhatikan sampah di sekelilingnya.

“saya rasa kegiatan ini adalah kegiatan yang baik untuk menyadarkan kita terhadap pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Selain itu kita juga harus sadar bahwa laut mesti kita jaga dari sampah, terutama sampah plastik,” tutur Suparman. AW