Kuliah Tamu Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Dr Yusuf Ali Ulas Terkait Perang Dagang

Ket. Foto: (kiri) Dr Yusuf Ali SE MM (Foto: Ikerniaty Sandili/MT)

Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Tadulako (Untad) hadirkan Dr Yusuf Ali SE MM, Kolonel Cba NRP. 33586 dan Sekertaris Prodi Manajemen Pertahanan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Universitas Pertahanan (Unhan), sebagai pembicara pada kuliah tamu yang di adakan di Lt.2 Gedung Media Center Untad, pada Kamis (12/09).

Dr Yusuf dalam menyampaikan materinya pada kegiatan yang mengusung tema, “NKRI Menuju Peperangan Asimetriks dalam Perspektif Ekonomi”, di hadapan mahasiswa Jurusan Ilmu ekonomi dan Studi Pembangunan. Ia menjelaskan keseluruhan materinya yang dikemas dengan judul,”Perang Dagang pada Era Peperangan Asimetris”.

“Perang dagang merupakan situasi dimana sebuah negara atau kawasan saling berupaya merugikan perdagangan masing-masing. Dalam situasi ini biasa suatu negara mengambil kebijakan yang dapat menghambat perdagangan sebagai hukuman bagi negara lain. Tindakan tersebut mendorong negara lain tersebut untuk membalas. Kebijakan yang sering digunakan seperti memberitahukan kuota impor, meningkatkan tarif bea masuk, pembatasan investasi, memanipulasi, lebih rendah mata uang negara lain untuk menghindari barang-barang asing dan melindungi perusahaan lokal,” jelas Dr Yusuf.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Dr Haerul Anam SE MSi saat diwawancara reporter MT mengungkapkan bahwa diadakannya seminar ini agar memberikan perspektif baru pada mahasiswa.

“Kami ingin memberikan perspektif baru pada mahasiswa. Bahwa negara harus sustainable ke depan, sementara perang ekonomi di beberapa negara mempengaruhi, bukan hanya perang fisik. Materi-materi seperti ini sudah kita dapatkan sebelum-sebelumnya dan bisa pula di mana saja. Tetapi dengan mendatangkan orang dari pertahanan sendiri, khususnya Universitas Pertahanan, akan memberi perspektif langsung dari sisinya, jadi lebih dapat,” ungkapnya.

Ketua Jurusan berharap dengan hadirnya Dr Yusuf dan memberikan materi, dapat membuka cara pandang para dosen dan mahasiswa. “Percuma kita bicara soal ekonomi makro, ekonomi pedesaan, interpreneurship dan sebagainya kalau negara rapuh. Jadi harus yang kita kokohkan pondasinya dan pemahaman mahasiswa. Sehingga harapan kita dosen dan mahasiswa membuka perspektif kita mempertahankan negara kita dari perekonomian,” harap Dr Haerul.