Otoriter Kembali Berlaga Dalam KMHE 2019

Ket Foto: Pelepasan tim Otoriter dan peragaan mobil hemat energi di depan gedung rektorat (Foto: dok. panitia)

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tadulako (UNTAD), kembali mengutus Tim Otoriter dalam Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) tingkat nasional. Kompetisi yang merupakan program KEMENRISTEK DIKTI melalui BELMAWA kali ini, diselenggarakan di Malang, pada Selasa s.d Sabtu (24-28/09).

Pelepasan kontingen UNTAD menuju KMHE 2019 itu, dihadiri oleh wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (Warek Bima), Wakil Rektor Bidang Akademik (Warek Bidak), Kabag Kemahasiswaan Untad, Dekan Fakultas Teknik dan jajarannya, Ketua Jurusan Teknik Mesin dan perwakilan mahasiswa Teknik Mesin di depan gedung Rektorat UNTAD, pada Jumat (13/09).

Dalam sambutannya pada kegiatan pelepasan tersebut, Warek Bima, Dr Ir Sagaf MP menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa Teknik Mesin yang tergabung dalam tim Otoriter itu. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas usaha tim Otoriter yang telah berusaha maksimal merancang mobil hemat energi yang akan berlaga di tingkat nasional tersebut. Lebih lanjut, ia menuturkan akan mendukung secara penuh tim yang akan mewakili Untad, serta berharap semoga mereka bisa kembali mengukir prestasi di KMHE Nasional seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pembina Otoriter Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Awal Syahrani Sirajuddin ST MT menyampaikan, bahwa keikutsertaan Otoriter pada KMHE dimulai sejak Tahun 2013 dan pada saat itu satu-satunya peserta dari Indonesia Timur. Ia pun menuturkan, sejak awal keikutsertaannya dalam ajang tersebut, Otoriter selalu berhasil mengharumkan nama UNTAD.

“Otoriter telah mengikuti kompetisi ini sebanyak 6 kali sejak 2013 dan selalu berhasil meraih prestasi. Tahun 2013 untuk kelas Urban Bensin, meraih penghargaan peserta terjauh di ITS, Surabaya; 2014 kelas Urban Bensin dan Urban Diesel, meriah peringkat 4 kelas urban bensin  d ITS, Surabaya; 2015 kelas Urban Bensin dan Prototype Bensin,  peringkat 4 dan Best Desain urban bensin di UB, Malang;  2016 kelas Urban Diesel, peringkat 4 di UGM, Yogyakarta; 2017 peringkat 2 di kelas urban diesel, tapi setelah dinyatakan regulasi disatukan pembakaran dalam, maka turun ke peringkat 7. Tahun 2018 mengikuti kelas Prototype Listrik, tapi tidak sempat race, karena cuaca tidak yang tidak memungkinkan,” tuturnya.

Awal menyampaikan, bahwa tahun ini Otoriter akan kembali berlaga di KMHE tingkat nasional setelah sebelumnya dinyatakan lolos seleksi Urban diesel. Ia pun mengungkapkan bahwa dalam KMHE 2019 ini, UNTAD kembali menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia Timur.

Ia menerangkan, mobil rakitan Otoriter kali ini, telah  mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Bukan hanya dibagian transmisi yang lebih simpel, tetapi juga jauh lebih hemat bahan bakar.

“Kelebihan mobil kali ini adalah penggunaan transmisi otomatis atau dikenal dengan transmisi kopling yang dipadukan dengan transmisi rantai, yang mana lebih simpel dibanding sebelumnya. Seblumnya masih menggunakan transmisi manual atau disebut transmisi roda gigi. Selain itu, komsumsi bahan bakar juga mengalami perubahan, yang mana lebih irit dibanding sebelumnya. Prestasi terakhir yang dicapai pada kelas urban diesel adalah 155 km/liter. Nah, untuk rakitan kali ini sekitar 165 km/liter,” terangnya.

Ia menuturkan, meskipun dalam 1 tim hanya terdiri dari 7 mahasiswa dan 1 Pembimbing, pada ajang kali ini membawa beberapa mahasiswa sebagai tim penggembira, dengan harapan agar mahasiswa tersebut mendapatkan pengalaman untuk mempersiapkan diri pada event selanjutnya, sehingga total mahasiswa yang diberangkatkan adalah 18 orang. Selaku Pembina Otoriter, ia berharap tim bimbingan Muhammad Rusdi ST MT itu, semakin meningkatkan riset-riset tekait.

“Harapan saya selaku pembina dan orang tua di kampus, agar ke depannya mereka lebih meningkatkan riset-riset mobil  untuk diikutsertakan di KMHE. Saya juga berharap kiranya institusi dapat memberikan biaya riset lebih awal dan semoga riset tetap jalan. Sebagaimana harapan ini, sekadar info pada kegiatan KMHE ini, mahasiswa kami mengikuti 2 kategori lomba, yaitu urban dan prototype. Masing-masing kategori tersebut terdiri dari beberapa kelas, yaitu kelas bensin, diesel, etanol, listrik dan hibrid yaitu bahan bakar plus listrik,” tandasnya.

Kordinator Tim Otoriter, Moh Amien Tadji, mengungkapkan sejauh ini timnya sudah siap untuk mengikuti KMHE Nasional 2019 yang dilaksankan di Malang tersebut. Amin pun menuturkan bahwa mobil rakit timnya tersebut sedang dalam proses pengiriman (15/09).

Saat ditanya oleh reporter Media Tadulako mengenai mobil rakitan tersebut, Amin menyampaikan bahwa mobil yang mereka ikutkan dalam ajang tersebut adalah mobil urban diesel. Ia pun menerangkan bahwa timnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempersembahkan yang terbaik dalam ajang tersebut, untuk membanggakan UNTAD. olehnya ia berharap dukungan dari berbagi pihak, terutama birokrasi kampus.

“Mobil yang di berangkatkan ada 1 unit, yaitu mobil urban diesel. Saya berharap, kami bisa bersaing hingga tingkat internasional dan semoga pihak dari birokrasi memberikan dukungannya lebih awal, jauh sebelum lomba ke depannya, agar kami bisa memaksimalkan mobil yang akan diperlombakan nantinya. Saya juga berharap, semoga pihak birokrasi bisa memberangkatkan tim kami untuk ikut barsaing di tingkat internasional sell eco marathon,” harap mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2017 itu. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here