Peringati 1 Tahun Bencana, UKM Robotech Tadulako gelar kontes Robot se-Kota Palu

Ket. Foto: jelang lomba, peserta Robot kontes berdoa terlebih dahulu (Foto: dok. Panitia)

(Sabtu, 28/09) – Unit Kegiatan Mahasiswa Robotech Tadulako Universitas Tadulako (Untad), menggelar kontes robot bertajuk Palu Robot Contest 2019. Bertemakan “Robot Cepat Tanggap”, kegiatan berlangsung di Gedung Aula Yayasan Gamaliel Palu. Kegiatan berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh 28 tim dari pelajar dan mahasiswa se-Kota Palu.

Kegiatan Palu Robot Kontes 2019 dibuka oleh Wakil Dekan bidang kemahasiswaan Fakultas Tekhnik, Dr Rusli ST MT mewakili wakil Rektor bidang kemahasiswaan. Dalam sambutannya ia mengungkapkan apresiasinya kepada UKM Robotech Tadulako, dan Untad membuka ruang sebesar-besarnya serta mendukung penuh UKM Robotech untuk melakukan kegiatan berbasis teknologi dalam bidang Robotik.

“Untuk Robotech Tadulako, Untad memberikan ruang yang sangat besar untuk mengembangkan teknologi robotika hingga nantinya sampai pada tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.

Indra, Selaku ketua panitia menjelaskan bahwa Palu Robot Contest merupakan program tahunan dari UKM Robotech Tadulako. Kontes ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan mengenai teknologi robotika di Sulawesi Tengah sehingga bisa lebih berkembang dan mempunyai daya saing tinggi dengan daerah-daerah lain.

“Tujuan dari Palu Robot kontes 2019 ini adalah menumbuhkembangkan kreatifitas mahasiswa dan pelajar di Sulawesi Tengah dalam bidang robotika, serta membudayakan iklim kompetitif bagi mereka untuk dapat berdaya saing,” jelasnya.

Lebih lanjut Indra menjelaskan bahwa pada tahun ini, tema yang diangkat adalah “Robot Cepat Tanggap”. Tema ini berkaitan dengan bencana gempa, tsunami, likuifaksi yang terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala. Bertepatan pada tanggal 28 september, maka ajang ini sekaligus mengingatkan 1 tahun bencana PASIGALA.

“Kontes kali ini dilaksanakan untuk memperingati  bencana di PASIGALA, oleh karenannya tema kali ini adalah Robot Cepat Tanggap, dimana dengan desain robot rescue (Penyelamat) diharapkan mahasiswa dan pelajar mengembangkan robot umtuk melakukan penyelamatan pada saat terjadi bencana,” tambahnya.

Peserta yang ikut dalam kontes ini ada 28 Tim dari pelajar dan mahasiswa se-Kota Palu, terdiri dari beberapa tingkatan yakni SD sederajat 10 tim, SMP sederajat 6 Tim, SMA sederajat 6 Tim, dan Mahasiswa 6 Tim. Dengan Sistem lomba yakni robot harus bisa menyelamatkan korban dan membawanya ke tempat aman. NB

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here