Reynita Agnesia, Raih Predikat Wisudawan Terbaik Lulusan 98

Ket foto : Reynita (Foto: dok. Pribadi)

Reynita Agnesia, menjadi sejarah baru UNTAD. Dalam wisuda yang dilaksanakan di auditorium FK (20/08) tersebut, Ita sapaan akrabnya, diumumkan sebagai wisudawan terbaik lulusan 98 jenjang S-1 dengan IPK 9,4 dan lama studi 3 tahun 10 bulan 13 hari.

Saat dikonfirmasi mengenai capaiannya, Putri dari pasangan bapak Bartolomius dan ibu Ni Wayan Wirati itu mengaku, bahwa kedua orang tuanyalah yang menjadi motivasi untuk meraih prestasi tersebut.

“Motivasi saya yang utama adalah ingin membanggakan kedua orang tua saya. Saya ingin membuktikan kepada mereka bahwa saya sungguh-sungguh ingin menuntut ilmu, sehingga restu yang mereka berikan untuk bisa melanjutkan kuliah tidak siasia. Saya ingin orang tua saya diizinkan untuk duduk di bangku depan saat saya di wisuda dan Puji Tuhan saya mampu mewujudkan itu,” ungkapnya.

Pemilik judul penelitian “Kualitas Kimia Silase Rumput Paspalum atratum dengan Penggunaan Beberapa Level Dedak Padi Sebagai Aditif” itu, menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukannya bertujuan menjaga kandungan kimia pada rumput, agar dapat membantu peternak dalam penyediaan pakan. Sehingga tidak perlu mencari pakan setiap hari. Reynita pun mengungkapkan bahwa penelitian yang diselesaikannya pada 15 Maret 2019 itu, sempat terhambat akibat bencana yang menimpa PASIGALA 2018 silam.

“Sesungguhnya penelitian ini dapat diselesaikan tahun lalu. Tetapi akibat bencana 28 September tahun kemarin, saya mendapatkan  beberapa musibah, rumah yang saya tempati selama di Palu terkena likuifaksi, sehingga seluruh harta benda serta materi penelitian saya, tertimbun lumpur. Selain itu, bahan penelitian yaitu rumput Paspalum atratum terletak di daerah Jono Oge, tapi syukurnya lahan rumput kami tidak mengalami kerusakan yang berarti. Sehingga kami masih bisa melanjutkan penelitian ini. Namun, kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa kembali memulai penelitian tersebut. Saya memulai kembali penelitian ini sejak Januari 2019,” ungkapnya.

Selama kuliah, selain aktif sebagai asisten laboratorium, anak bimbingan dari Prof Ir Marsetyo MSc Ag PhD itu, juga terlibat aktif di Himpunan Mahasiswa Peternakan,  Persekutuan Mahasiswa Kristen FAPETKAN, Komunitas GenBI SULTENG 2018 dan Komunitas GenBI Komisariat UNTAD 2018.

Koordinator program studi Peternakan, Muh. Ilyas Mumu SPt MSc Ag PhD, berharap Reynita dapat melanjutkan penelitiannya pada jenjang studi selanjutnya. Ia juga berharap agar Reynita dapat menerapkan pengetahuan yang diperolehnya di kampung halamannya. Ia pun berharap UNTAD dapat memfasilitasi Reynita untuk melanjutkan studinya.

“Mahasiswa seperti dia baiknya direkrut jadi dosen oleh UNTAD, apalagi kami di Peternakan mulai tahun depan akan banyak kekurangan dosen karena mulai banyak dosen yang pensiun dan puncaknya di 2022. Mungkin UNTAD bisa memfasilitasi bagaimana caranya mahasiswa seperti dia dapat kembali ke sini,” harapnya.Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here