Tim Dosen Biologi Dirikan PPUPIK Sebagai Inkubator Budidaya Jamur Tiram, Guna Tingkatkan Perbaikan Ekonomi Masyarakat Pasca Bencana

Ket foto : Tim PPUPIK, dari kanan-kiri Dr Lif Sc I Nengah Suwastika MSc M Lif Sc, Dr Umrah MSi dan Dr Lina Mahardiana SE MSi

Siapa Saja yang terlibat dalam pengembangan Program Pengembangan,  Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) ini dan bagaimana cara pengembangannya, serta pengenalannya kepada masayarakat?

Saya, Dr Umrah MSi sebagai ketua tim bersama dengan 2 rekan dosen, yaitu Dr Lif Sc I Nengah Suwastika MSc M Lif Sc dan Dr Lina Mahardiana SE MSi. Kami yang telah mendirikan Kebun Jamur Tadulako, yang berlokasi di FMIPA UNTAD ini. Tim PPUPIK memberi kesempatan untuk berkunjung membeli dan memetik  langsung di kebun jamur kami, sambil wisata dan belajar tentang budidaya jamur tiram. Selain itu diberi kesempatan juga kepada mahasiswa yang  memprogramkan magang dan penelitian tentang jamur tiram. Tim kami juga memberikan kesempatan kepada alumni, mitra kerja masyarakat umum yang berminat dan mayarakat korban bencana alam yang ingin terlibat dalam pengembangan program ini.

Upaya mengenalkan ke masyarakat, yaitu melalui media sosial, media massa, kerja sama dengan koperasi dan mitra kerja pemasaran. Rencana masa mendatang insya Allah akan kami kembangkan lebih lanjut ke pengolahan pasca panen, wisata agro dan wisata kuliner jamur.

Mengapa Tim Ibu Memilih Jamur Tiram dalam Pelaksanaan PPUPIK ini?

Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) yang berjudul  Pusat inkubator budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) berbasis mikro-bioteknologi ini, dapat diterapkan sebagai usaha home agro pada masyarakat pasca bencana alam Sulawesi Tengah. Usaha budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) ini sangat berpeluang untuk dikembangkan. Apalagi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat seperti saat ini, pengetahuan masyarakat tentang khasiat jamur tiram semakin meningkat. Jadi usaha ini sangat cocok untuk dikembangkan sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat pasca bencana.

Jamur Tiram (Pleurotus sp) merupakan salah satu jenis jamur, yang pengusahaannya cukup menguntungkan karena modalnya yang cukup rendah dan periode tanam sampai produksi relatif tidak memerlukan lahan yang luas. Rasa yang enak serta kandungan gizi yang cukup tinggi, sehingga kebun jamur tiram mempunyai potensi yang baik untuk dikembangkan.

Selain itu, jamur tiram juga merupakan salah satu pangan sumber gizi tinggi untuk masyarakat dan berkhasiat untuk kesehatan tubuh, seperti dapat menurunkan kolesterol darah dan sangat baik untuk dikonsumsi oleh orang yang berpenyakit diabetes. Jamur tiram  mudah dibudidayakan, cukup menggunakan limbah serbuk gergaji sebagai media dasar, serta tidak membutuhkan ruang yamg luas, cukup dibuatkan bangunan kumbung sederhana.

Apa Kelebihan Budidaya Jamur Tiram pada Pusat Inkubator budidaya Jamur Tiram berbasis Mikro-Bioteknologi dalam PPUPIK milik tim ibu?

Budidaya jamur tiram memang memerlukan perhatian khusus dalam pengembangannya untuk memenuhi kebutuhan sumber gizi alternatif. Akan tetapi, masih dapat dijangkau oleh daya beli masyarakat. Selain itu, intensifikasi sistem budidaya menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan produksi jamur tiram ini, ditambah dengan penggunaan inokulum super yang dapat  mempercepat masa terbentuknya tubuh buah dan meningkatkan hasil produksi.

Penerapan Mikro-Bioteknologi berupa inokulum super dalam Produksi Jamur Tiram dan Teknologi Industri Proses Pasca panen, juga memberi peluang usaha budidaya jamur yang sangat mudah dan murah. Budidaya jamur tiram tidak memerlukan ruang yang tertutup rapat, hingga kita tidak perlu mengeluarkan investasi tambahan untuk mendirikan barak-barak persemaian, sehingga usaha ini memiliki keunggulan dari segi ekonomis.

Apa harapan tim ibu dengan keberadaan PPUPIK ini?

Diharapkan kehadiran Kebun Jamur Tadulako melalui Program Pengembangan Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) dapat menjadi wahana pembelajaran sains dan inkubator pengembangan wirausaha jamur tiram di Sulawesi Tengah. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat berkontribusi untuk memperbaiki perekonomian masyarakat di Sulawesi Tengah ini, olehnya kami siap bermitra kepada yang berminat dengan usaha jamur tiram, baik masyarakat korban bencana alam maupun masyarakat pada umumnya.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenristek Dikti yang telah memberikan dukungan dana melalui PPUPIK 2019. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here