Wisuda Lulusan Untad ke-98 & Dies Natalis ke-38 Menyia-nyiakan Kesempatan, Sama dengan Mengabaikan Amanah Negara

Ket foto : Rektor (Prof Dr Ir H Mahfudz MP ) dan ketua senat UNTAD (Prof Dr Ir H Muhammad Basir Cyio SE MP) (Foto: Muh. Ryan, S.Ak/Humas Untad)

Universitas Tadulako (UNTAD) gelar Wisuda ke-98, yang dirangkaikan dengan puncak perayaan Dies Natalis ke-38 dan penerimaan anggota baru dewan profesor. Momen perayaan tersebut berlangsung di Auditorium Fakultas Kedokteran, pada Selasa (20/08).

Dalam sambutannya, Rekor UNTAD, Prof Dr Ir H Mahfudz MP mengajak seluruh hadirin untuk bersama mewujudkan layanan akademik yang baik, dan membulatkan tekad untuk bekerja sama menjaga nama baik almamater tercinta.

“Kepada para alumni selalulah menjadi teladan bagi dirinya sendiri, selalu menjadi teladan bagi orang lain. Ingatlah hidup itu sebuah pemberian dan  hidup memberikan kita keistimewaan, kesempatan dan tanggung jawab untuk menjadi seorang yang lebih baik, sehingga lakukanlah apa yang diyakini baik dan bermanfaat,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof Dr Ir H Muhammad Basir Cyio SE MP selaku ketua senat UNTAD mengungkapkan, revolusi industri 4.0 telah menggerus sekat informasi, baik sains maupun teknologi. Setiap orang dapat memilih profesi dan jalan hidupnya demi kebahagiaan dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih menyenangkan.

“Ada yang memilih sebagai politisi, pebisnis dan ada juga yang aktif di NGO. Selain itu, ada juga pebisnis dan aktivis yang sadar dengan ide dan jiwa pendidikan tinggi, lalu beralih ke pendidikan tinggi sebagai tenaga pengajar. Ini membuktikan bahwa hidup ini sangat dinamis, bergantung di mana ketulusan kita dalam mengabdi,” tandasnya.

Ia melanjutkan, bahwa peradaban berperan penting dalam menentukan kultur akademik. Menurutnya tuntutan zaman tidak dapat dihindarkan ataupun dihindari. Hal tersebut akan memberikan peluang yang besar bila diterjemahkan dalam kerja kolektif dan ketulusan berkarya.

“Kita jangan menjadi bagian dari kesia-siaan dalam melakukan proses pengembangan akademik, karena menyianyiakan kesempatan itu, sama dengan mengabaikan amanah yang diberikan negara. Mari kita bekerja kontemporer dan jangan sampai kita menjadi pekerja yang kontrofer. Kepada anak-anak kami selamat telah menuntaskan  studinya pada jenjang Diploma, Sarjana, Profesi Magister dan Doktor, semoga ke depan organ senat, dapat terus melahirkan kebijakan akademik yang berdimensi futuris yang akan melahirkan insan-insan yang think of the best,” pungkasnya.

Mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Drs H Longki Djanggola MSi selaku ketua Dewan kehormatan dan Dewan Penyantun UNTAD, asisten bidang ekonomi dan pembangunan Sulteng, Dr Ir B E Somba MSc, menyampaikan apresiasi kepada UNTAD yang telah melahirkan 747 generasi intelektual pada wisuda tersebut. Dalam sambutan gubernur yang dibacakannya, Dr Somba menyampaikan bahwa para wisudawan diharapkan menjadi akselerator dalam membangun Sulteng yang maju, mandiri dan berdaya saing. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here